Thursday, October 9, 2014

After Being Wounded

#NOWPLAYING ; YIRUMA - PASSING BY



Marsha menikmati suasana senja yang jauh lebih bahagia setelah menjalani hari-hari sulit dalam hidupnya selama 2 bulan ini. Sejenak ia memejamkan mata indahnya lalu membiarkan pikiran dan perasaannya dibawa pergi ke belakang. Untuk melihat sudah sejauh mana ia melangkah. Dirinya mulai bercerita.....

Lebih dari 60 puluh malam dari hariku sudah berlalu tanpa kamu. Aku sempat mengira bahwa untuk menghabiskan waktu 24 jam tanpa kamu aku tak mampu. Pada sela-sela getirnya sebuah kepergian, aku menyelipkan doa agar Tuhan selalu menjagamu. Terhitung sejak 64 hari yang lalu ada kabar sampai ditelingaku bahwa kamu sudah menjalin hubungan lagi dengan kekasih pada sosok yang baru. Gemetar jemari tanganku mendengar namamu disebut perempuan yang menjadi kekasihmu selain aku. Pada sosok yang bukan Tuhan pilih kau mengkhianati hubungan ini. Pada sesuatu yang tidak pasti kau menaruh namaku pada dinding yang tak lagi ingin kau sentuh. Kurang dari satu minggu kau mendekatinya namun begitu mudah mendapatkannya. Kau remuk seluruh batinku dengan ketidakbenaran yang seharusnya kamu tak lakukan. Dalam segala susah payah yang kubangun untuk tetap percaya bahwa semuanya mampu kuterima dengan lapang dada, "All is well.. Everything is gonna be alright." hatiku bicara.

I don't understand why people cheat.....

Why you don't leave me? Cheating on anyone is deeper than people realize, it destroys their outlook on love, their future relationship, and within themselves.


Ada banyak pertanyaan dalam hatiku setelah mengatahui bahwa kamu selingkuh. Oh. Itu terlalu pahit untuk kuucapkan. Mengingat perkataan manis yang pernah kau ucap dengan tatap penuh harap "Aku ngga cari calon pacar loh, aku carinya calon istri. Emang kamu udah siap?" lalu aku membalasnya dengan kalimat "Kita pacaran bukan cuma buat sekedar pacaran yang ngga ada tujuan. Tapi karna ada pikiran ke arah sana. Saat Tuhan udah izinin aku untuk berumah tangga, aku pasti siap. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, dipersiapkan. Aku takut salah jawab dan nantinya malah timbul kecewa. Tapi yang jelas sekarang aku pacaran sama kamu pun bukan untuk main-main. Berdoa terus ya sayang." dengan yakin penuh kasih sayang kamu mengusap rambutku dan berkata "Iya sayang kita serahin semuanya sama Tuhan yaaa.. I will always love you, promise." Kau menimbulkan secercah harapan dihatiku yang awalnya meragukanmu. Hilang seluruh rasa tidak yakin untuk dirimu sejak saat itu. Kau tebaca seperti jawaban atas segala doa dan penantian. Namun sekejap sirna harapan besarku untuk selalu bisa bersama kamu. Entah apa yang membuatmu bisa secepat itu sama sekali tidak mengingat sedikit saja kebersamaan kita dulu. Kini kamu digenggamannya. Lebih sering berada dalam peluk hangat dirinya. Tak ada lagi aku yang kau sapa pada setiap pagi dan malam. Tak pernah lagi kulihat parasmu yang polos saat memintaku untuk memelukmu. Kini kamu sedang menari bersamanya dengan bahagia di atas perih pada luka milikku.


Pada tiap perih yang tertinggal selepas kau pergi, hatiku belajar memulihkan lukanya sendiri. Hari lepas hari berganti namun namamu masih terlukis pada kaca hatiku yang retak. Semakin lama aku tidak merasa kehadiranmu ada, semakin aku mensyukurinya dalam doa. Aku berbincang lebih banyak pada Tuhan ketika aku sedang berjuang melalui hari yang tanpa kamu lagi. Aku mensyukuri luka yang kau torehkan sebagai pengingat bahwa selama di dunia manusia masih tercipta, ia akan selalu mampu tuk buat kecewa.  Dan kamu melakukannya. Tuhan tak pernah lelah mengingatkanku bahwa hanya pada saat percaya pada-Nya sajalah aku takkan mendapati kekecewaan. Tuhan menunjukkan padaku berbagai macam bukti nyata karena apa kamu meninggalkanku dengan sengaja. Justru disaat sama sekali aku tak mencari tahu tentangmu, Ia mendekatkanku pada banyak peran yang mampu memberiku banyak jawaban. Begitu besar kuasa-Nya bukan? Bahkan kamu pun tak pernah terpikir tuk menjelaskannya padaku, tapi Tuhan membantu dengan mudahnya mengapa kau pergi. Ia yang paling setia mendengar tangisku saat sebelum subuh hari menjelang. Ada doa-doa yang kupanjatkan. Selepas kau berjalan beriringan dengan pilihanmu sekarang, aku juga didekatkan dengan banyak kerabatku yang begitu setia mendampingiku. Saat kamu tiada, mereka tak lelah mendorong semangatku tuk tetap ada. Meyakinkan aku untuk tetap membuka hati pada sosok yang baru. Merapihkan pekerjaan yang sudah beberapa minggu terbengkalai karna hilangnya kamu sempat menjatuhkan semangat kerjaku. Kini semua perlahan kembali normal seperti saat aku belum mengenal cintamu. Meski rasanya tetap berbeda, sekeras apapun aku menghapus kamu dalam jejak hidupku, bekasnya akan selalu terlihat. "Kecurangan" yang kau lakukan, memberikanku pelajaran akan suatu hubungan "Cheating is a choice, not a mistake"

Semoga tak ada lagi yang terluka selain aku atas hubunganmu dengannya. Karena setetes air mataku Tuhan perhitungkan. Sepatah kataku selalu Tuhan dengarkan, pun sekecil - kecilnya masalahku Tuhan pedulikan. Ia adalah Tuhan yang mengerti akan hidupku. Aku akan terus menghargai untuk segala yang kumiliki, termasuk kepergianmu kini. Karena Tuhan bicara padaku, "Keluh kesah menambah beban hidup, tetapi hati yang bersyukur membawa kelegaan. Yang  terjadi pada sesuatu di masa lalu adalah kekuatan untuk kita tetap menjalani hidup di masa kini." Aku tidak membecimu. Dan aku akan selalu mengasihimu, begitulah yang Tuhan inginkan.

Ada yang mengelus lembut rambut panjang berwarna red burgundy milik Marsha.

Him : "Hey bangun. Udah siap belum? Katanya mau jalan-jalan sama aku?" 

Marsha : "Kamu jemputnya lama, aku jadi ketiduran deh disini. Hehe. Yuk berangkat." 
sambil merapihkan rambutnya, Marsha meraih ikat rambut yang ada ditangannya untuk menguncir rambutnya.

Him : "Etssssss.. Sebenarnya sih kamu cantik kalo rambutnya dikuncir. Tapi......... Kali ini dilepas aja ya rambutnya. Biar makin terlihat lebih cantik. Okay?"

ditariknya kunciran dirambut Marsha. Dan................... Benar adanya, perempuan yang sedang diperjuangkan oleh pria mapan berwajah tampan ini terlihat semakin cantik ketika rambutnya terurai menghiasi wajah mulusnya.

Marsha : "Kalo kamu ngeliatin aku terus, mungkin kita baru berangkat saat aku udah punya cucu sepuluh yaaa." Sambil tertawa Marsha menggandeng tangan pria itu dan memberi senyuman termanis saat momen tersebut.

Him : "Apa aku bilang, makin cantik kan kamu kalau dilepas rambutnya. Aku jadi penasaran, kira - kira nona yang beautiful inside and outside ini ada yang tega untuk nyakitin hatinya ngga ya? Karena aku ngga mau dan ngga akan pernah sebodoh itu untuk buat luka dihati kamu, Mar.... Kamu Tuhan ciptakan seindah ini, dan aku mau jadi sosok yang sepintar pula untuk menjaganya. Sayang banget kalau makhluk kaya kamu sampai harus punah." dengan wajah meledek, pria ini membukakan pintu mobilnya untuk Marsha.

Marsha : "Oooooh baguuuuus. Udah pinter sekarang bercandanya yaaa. Bagus. "

Him : "Pinter dong.. Masa mau jadi pendamping kamu aku malah jadi bodoh? Aku kan ngga kaya pria-pria bodoh yang dengan sadarnya menyia-nyiakan kamu." Sambil menyalakan mesin mobilnya, pria ini terus membuat Marsha tersenyum hingga pipinya merah merona. "Begitu sulit ciptain senyum diwajah kamu, jadi aku ngga punya alasan untuk begitu mudah membuatmu menangis, Mar...."

From the moment we started talking, I knew that I wanted you around. I love you, Mar... - Him


Dan mulai saat itu Marsha mampu membuka hatinya untuk sosok yang baru, meskipun ia belum berani memutuskan untuk mengubah status dari Single to be In A Relationship with.....................................



 With Love, MP♥

Friday, September 12, 2014

Kata Hatiku Yang Tak Terucap.

#Playing - Ariana Grande - My Everything

Detik jarum jam yang selalu setia berputar ke arah kanan, mengecoh yakinku pada janji tetap adanya kamu disampingku. Sengatan semut merah kecil mengalahkan perih yang kau tinggal entah dengan sengaja atau tidak, tanpa kabar. Dengan acuh tanpa menorehkan sedikit kepahitan kata selamat tinggal kamu sudah semakin jauh pergi tanpa kelihatan. Semakin hari semakin jauh, semakin aku tidak mengenali kamu juga parasmu.

Kita pernah sedekat ini, lalu terpisah tanpa ada satupun rindu melekat.


Ada yang tidak terima disini. Hati yang tak merasa sakit ketika kamu pergi, namun dilukai dengan timbunan janji yang kau ingkar sendiri. Kamu datang tanpa diharapkan, kini pergi pun tanpa penjelasan. Terlihat sama seperti mereka yang sebelum kamu singgah dihidupku, namun bedanya aku pernah memiliki kamu dengan doa indah pada setiap tutur kata yang ada. Kau telah sengaja tanpa permisi memilih bungkam serta sama sekali tidak ada sedikit gerakkan tuk tetap terlihat ada walau tak nyata.


Kamu tidak menjawab pertanyaan-pertanyaanku. Enggan merespon pernyataan yang tertera.. Tidak berusaha untuk menghadapi masalah yang sebetulnya mudah untuk terselesaikan. Ada pengabaian pada penantianku ketika kamu tak memberi kepastian akan seperti apa yang disebut dengan kita setelah adanya masalah ini. Bukan.... Sesungguhnya aku tak ingin menyebutnya sebuah masalah. Bahkan kamu tahukah sayang........ Sampai detik ini aku sama sekali tidak tahu apa yang membuat kamu lebih cinta untuk terus diam dan semakin jauh dari jangkauanku.


Sungguh aku tidak mengapa jika yang kau inginkan kini adalah pergi. Setidaknya sayang, bisakah kamu menyelesaikan dengan rapih sesuatu yang kamu mulai sendiri? Karena aku pun tidak akan mengais perhatianmu pada bumbu tangis, agar tidak meninggalkanku sendiri. Pun ketika kau bergegas dengan langkah pasti semakin jauh, aku juga enggan menghalangi. Sia-sia. Terlihat seperti tembok yang kupaksa dorong agar hancur jika aku menghalangi kamu. Pergilah..... Kini aku tidak akan menghalangi. Bahkan jauh sebelum aku-kau pilih untuk menjadi penyembuh luka pada hatimu yang pernah patah. Aku tidak pernah melarang kamu tuk memilih yang lain. Namun hatimu sendiri ternyata lebih memilih tuk berlabuh pada setumpuk kasih cinta tulus yang aku miliki.

Dan sudah tujuh hari dikurang empat, panggilan sayang pada layar kaca handphone milikku tidak tertera. Lebih dari sembilan puluh enam jam, dikurang dua puluh empat menit dan delapan detik aku tidak mengetahui kabarmu sejak terakhir kalinya ada kata sayang-kau ucap dengan sengaja bagai kata terakhir sebelum hilang tanpa permisi. Kini kamu membuatku semakin cerdas tuk berpikir, pria baik-baik yang dapat dipercaya adalah bukti dari segala kata yang keluar dari mulutnya. Kini kamu membuat hatiku semakin ikhlas untuk melepaskan, dan kusadar bahwa yang pernah dibawa dalam doa tuk tetap terus bersama takkan selalu sesuai dengan kehendak-Nya.

Should we break up?

Kamu memang datang bersinar tepat saat hariku sepintas terlihat kelam. Ingat sayang... Sepintas. Bukan artinya selalu. Bukan juga artinya berlalu. Datangnya kamu terlihat tepat waktu pada kacamata manusia sepertiku. Entah bagaimana maksud sang Pencipta mempertemukan kita, indah memang awalnya. Pada sentuhan lembut jemarimu yang meraih tiap helai pada rambutku, kau kecup kening ini dengan manis. Juga pelukkan hangat pada tiap temu yang selalu erat, kamu enggan tuk tidak mendekat jika aku tidak memandangmu sekejap. Aku mengucap syukur pada bahagia-bahagia yang tercipta. Jika memang bukan kamu orang yang Tuhan pilihkan tuk ada pada masa depan yang kupunya, percayalah kamu adalah anak tangga yang sulit kutebak ketidakjelasanya. Kau memang bukan satu-satunya yang pernah ada dan bukan juga yang paling kucinta. Tapi biarlah Tuhan tak pernah bosan bahwa tiga kata pada nama lengkapmu selalu ku eja dalam doa malamku dan sebelum ayam berkokok dipagi subuh.

Kini mungkin kau semakin jauh dari jangkauanku, sudah kuanggap kau adalah segalaku yang pernah ada pada semua yang sementara. Kuberi senyum terbaik kepada mereka yang menanyakan kabarmu, kujaga sebaik mungkin agar tetap terlihat baik-baik saja kekhawatiran yang terlihat jelas diwajahku ketika kerabatku tahu bahwa kamu............................ Kini semakin jauh. Bukan mencari siapa yang benar dan salah disini. Aku hanya ingin kamu cukup berani untuk menyelesaikan sesuatu yang pernah kamu mulai sendiri. Because if you want, you will. Tapi ketika kamu tidak ada sedikitpun niat tuk segala sesuatunya diakhiri, biarlah aku yang ambil alih kini.

You are not worthy to get a glorious love from me, liar.
Kita, sudah berakhir. Dan semuanya sudah selesai. Entah kau kan melirik kata demi kata pada layar yang kau punya tuk sekedar mengetahui pernyataan ditiap hatiku yang tak dapat kau dengar oleh suaraku, bukan lagi urusanku. Aku bersyukur, karena............. Kupikir kamu sudah lebih dari cukup tuk menjadi pasangan hidupku, tapi nyatanya masih juga bukan kamu yang Tuhan pilih tuk mendampingiku. Disana, ada yang jauh lebih layak dan jauh lebih tepat untuk diletakan sebagai pendamping pada masa depanku.. Dan itu ternyata bukan kamu. 




Dengan penuh kasih & ikhlas,
Aku - Yang mengasihimu dengan tulus
serta bahagia denganmu walau sejurus.

Sunday, July 27, 2014

Untuk Yang Pergi, Hadir dan Menetap.




Kepada tiap telinga yang sering kuajak bicara, terima kasih untuk tetap setia.
Mendengar segala bentuk cerita.

Kepada tiap pagi yang selalu ceria, terima kasih untuk selalu berlabuh dihariku.
Menghiasi awal pada hati yang pernah sendu.
Mungkin jika itu berbayar, aku tak memiliki apapun di dunia selain syukurku.

Hati ini pernah bersinggah pada suatu tempat yang tak kuharapkan.
Ia datang memberi harapan.
Namun hilang tanpa alasan.
Aku pernah mencari dia dengan tertatih mengais penjelasan.
Tapi ternyata ia lebih bahagia menghilang tanpa perlahan.

Tawanya masih terekam jelas dalam ingatan.
Kata rindunya padat seperti kiasan.
Getar degub jantungku masih cepat ketika namanya tereja dalam pendengaran.
Tak pernah kuduga bahwa paras polosnya acap kali mempermainkan perasaan.

Pernah aku tak berani untuk meminta Tuhan agar ia dijauhkan.
Karena ada dirinya dalam hariku seperti hembusan nafas yang tiap detiknya dibutuhkan.
Saat lama lidahnya tak  mengeja renyah namaku, hati ini merintih dan hancur bahai serpihan.
Karena sekalipun ia tak terlihat oleh kedua mataku, kehadirannya terasa membuka besar harapan.

Maaf untuk logika yang kiranya selalu kalah oleh keegoisan hati.
Entah ingin memeluknya ada kebutuhan atau sebuah ambisi.
Ketika aku ditinggalnya tanpa hal yang pasti, aku pernah meminta Tuhan agar ia tak kembali.
Pernah aku mampu tanpa sosoknya lebih dari tiga puluh hari. Namun sosoknya datang lagi..... 
Lagi........ Dan Lagi.

Langkahnya yang perlahan kembali terasa oleh luka hatiku yang hampir pulih.
Mungkin ia tahu bahwa hati ini masih mencarinya meski aku banyak diam dalam sedih.
Ia tahu aku merindukannya setengah mati. Maka tanpa sepatah katapun ia lagi-lagi pergi.
Dan sungguh kali ini aku berdoa kepada Tuhan agar ciptaan-Nya yang berharga itu tak akan pernah kembali saat hati ini sedang menyembuhkan luka yang tertinggal dan meraih bahagianya sendiri.



------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



Kini. Pulihnya hati yang masih setengah jalan mulai menerima sosoknya hilang ditelan semangatku untuk mampu bahagia tanpanya. Logikaku lebih keras berbisik dibanding hati yang mudah terayu oleh suara dimasa yang berlalu. Berhari-hari aku tertatih mengucap syukur kepada Tuhan akan kesendirian ini. Meski merindukan yang telah pergi tak dapat kupungkiri, Aku tetap mensyukurinya walau getir menghinggapi. Logikaku berbicara, "ketika aku bersikeras untuk mengharapkan yang telah pergi, sama saja aku mengabaikan kejutan Tuhan untuk aku nikmati. Bertemu ciptaan-Nya yang jauh lebih hebat. Untuk hadir membuka harapan yang pernah sirma, menjadi teman berbagi cerita, membawa pesan dariNya agar aku selalu ingat bahwa setiap luka pasti sembuh meskipun bekasnya masih ada. Bekas luka yang mengingatkan ketika dulu aku pernah jatuh hingga sakitnya butuh waktu untuk pulih. Tetapi aku pun sanggup untuk melewati. Karena akan selalu ada bahagia ketika kita berusaha bangkit dan mampu percaya. Akan ada pelipur lara dibalik besarnya kecewa.
 Seperti halnya kita harus jatuh dahulu untuk tahu rasanya sakit. Tergolek lemah di Rumah Sakit untuk tahu mahalnya menjaga kesehatan dan hancurnya sebuah percaya ketika janji dari lidah manusia lebih menjadi prioritas dibanding percaya pada janji-Nya meskipun membutuhkan waktu yang lama. Bersyukurlah. Karena tak ada sabar yang berakhir sia-sia"


Ketika malam pada bulan yang telah berlalu, Tuhan memberiku sesuatu. Aku dihadapkan pada sosok yang baru. Belum ada namanya dalam harianku. Hati yang mulai pulih untuk memupuk harapan baru, ditambahnya dengan kisah seru haru dalam jejak hidupnya yang berlalu. Tuhan mengizinkan ia untuk hadir pada rekam jejak hidupku. Sebuah awal yang mudah untuk dipertemukan. Hingga bercerita menjadi salah satu kebutuhan disela hari yang terus berjalan. Aku tahu ia pernah memaafkan hingga lagi-lagi berujung kecewa. Memberi yang terbaik walau harus berujung luka. Dan akhirnya bertemu dengan harapan baru yang mungkin saja Tuhan pertemukan dengan sengaja.

Kehadirannya menciptakan banyak kata dalam syukur di atas prosa.
Tidak menggebu seperti yang sebelumnya memang.
Tapi setidaknya ia belum sekalipun membuatku kecewa.
Ada syukur ketika alasannya khawatir adalah aku.
Rasa bangganya untuk mengenalku adalah pujian terindah di atas kejujuran.
Pada setiap spasi sebuah kabar, terselip simpulan senyum yang pernah sirna.
Keberadaannya kini mungkin masih terlalu awal untuk aku syukuri.
Namun kita tidak pernah tahu apa rencana Tuhan setelah ini.
Bila esok hari tak dapat lagi aku nikmati, satu yang harus ia ketahui..
Bahwa kehadirannya saat ini, adalah yang paling berarti.

Terima kasih untuk yang telah pergi. Luka itu mulai tak terasa lagi.
Terima kasih untuk yang menghilang. Ketiadaanmu membawaku pada harapan baru.
Terima kasih untuk mereka yang selalu menjadi pendengar setia pada luka yang pernah kupunya.
Terima kasih untuk kalian yang pernah singgah dan berusaha untuk memenangkan hati ini.
Terima kasih untuk mereka yang tidak kecewa karena aku memberi penolakkan. Karena aku tahu rasanya memiliki harapan yang dihancurkan, lebih baik diakhiri dan diteruskan dengan batas pertemanan.
Terima kasih untuk beberapa dari mereka yang berjiwa besar mendapat penolakkan dan ternyata masih disampingku untuk tetap merajut cerita sebagai teman dan tempat yang nyaman.
Terima kasih untuk yang hadir, menetap, dan menjadi tempat berbagi segala hal untuk diperbincangkan.

Dan terima kasih Tuhan, Kejutan dari-Mu selalu datang tepat pada waktunya dan tidak terduga-duga.
Syukurku yang tak mungkin dapat membayar segala Kasih-Mu tetap tertera lebih dari hembusan nafas dan derap langkahku. Kata syukur yang tertera pada layar dan yang terucap oleh lidah tak bertulangku ini tidak akan pernah sanggup membalas kebaikkan-Mu. Untuk segala sesuatu yang Kau perbuat di luar akal sehatku, aku selalu tahu itu yang terbaik dari yang terbaik, Tuhan.



 


 With Love, MP♥

Monday, May 12, 2014

Ketahuilah.



 Last Kiss - Taylor Swift

Untuk setiap kehadiran yang melegakan, kini aku berduka akan kepergiannya.
Kepada setiap desah dari kata rindu yang biasa terdengar, aku berkabung dengan jejak langkahnya yang tersisa.
Termangu pada setiap sepi tanpa canda tawanya.
Terbengkalai hidupku saat tak membahagiakannya.
Seperti terjerahak usahaku mencarinya.
Ketahuilah... Ada hati yang melafalkan setiap kata dari namamu dengan pikiran hampa.

Ditiap debar jantungku rindu keberadaanmu.
Ada yang lama tak kau jamah hangat, punggung tanganku
Tak dapat gagah melangkah kini tapak kakiku.
Suara indahmu masih teringat dalam benakku hingga mengelakpun aku tak mampu.

Kudapati tubuh ini semakin melemah. Mendengar namamu aku tersentak.
Semakin hari semakin menyurut semangatku. Melangkah tanpamu aku sesak.
Aku tak punya lagi kuat untuk berpijak.
Semangatku telah pergi, lidahku ingin menyebut rindu namun tak bergerak.

Kamu pernah merenggut kesepianku tanpa permisi.
Kepadamu, aku pernah tidak yakin menaruh hati.
Tiada pernah kumenduga akan mencintaimu semudah ini.
Walau pada awal cerita kita tak pernah ada sebuah janji untuk pergi.
Tetaplah rencana Tuhan yang selalu menang agar hubungan kita segera diakhiri.

Melihat ada yang mampu mendekap hangat tubuhmu, hatiku terbakar.
Mendengar kabar kau telah merajut kasih dengan sosok yang baru, tanganku gemetar.
Bagai langit terlukis kilat ingin menyambar.
Kepada setiap pria yang mampu membuatmu jatuh cinta sampai jantung berdebar.

Ketahuilah sayang bahwa aku masih belajar untuk merelakan.
Tak semudah itu kamu, aku lupakan.

Ketahuilah sayang namamu masih terukir dihatiku meski cinta yang baru sudah bersandar.
Karena namamu pernah kupahat dalam hati dengan tulusnya cinta yang berkobar.

Ketahuilah sayang tanganku masih ingin menguatkan kamu ketika kau jatuh.
Seperti lemah kakiku menapak bumi jika aku tahu kau tersakiti dan tak dapat kusentuh.

Ketahuilah sayang segala pemberianmu masih tertata rapih ditempatnya.
Lengkap dengan segala cerita ndah dan tanggal yang tertera.

Ketahuilah sayang bahwa setiap kata yang kau baca ini lebih dari sebuah isi hati.
Ada hati yang ingin didengar namun mulut tak bisa berucap karena kau tlah dimiliki.

Pada rerintik hujan aku membiarkan memori ingatanku dibawa pergi. Tepat 64 bulan yang lalu pada senja dihari Senin itu aku melabuhkan hati kepada kamu yang sampai detik ini masih di dalam hati. Yang hebat seperti kamu memang tak kutemui. Tapi biarlah yang lain boleh singgah disini, mungkin suatu saat pilihan Tuhan akan kutemui. 

Dan aku memohon maaf padamu sayang...

Jika sosok yang Tuhan ciptakan untukku dipelaminan nanti ternyata bukan kamu, janganlah kau anggap aku pandai mengingkar janji. Karena pada masa kita bersama aku pernah mengucap padamu agar kau aku nikahi. Itu bukan sekedar janji. Andai Tuhan berpihak pada cinta kita pun detik ini kau sedang kudekap hangat dengan kasihku yang semakin menumpuk hingga tak kau temukan lagi ragu tentangku dalam hatimu. Kita pernah bertahan meski banyak rintangan. Dipisahkan keadaan namun memilih lagi tuk saling bergandeng tangan. Memang sampai detik ini kehilanganku masih selalu tentangmu sayang.. Bukan karena aku enggan berjalan, hati ini yang selalu resah ketika kamu tak dalam genggaman.

Ketika esok aku tiba-tiba lupa akan cerita tentang kita, bacalah semua surat yang kubuat tentang kamu. Bahwa dahulu, sebelum semuanya terlupa, aku pernah mencintai kamu dengan sepenuh jiwa.

Ketahuilah sayang, kamu satu - satunya yang tidak ingin kulupa dan tetap kucinta.......


Dan ketika cintaku terlelap tak lagi kau rasa dalam dada, ketahuilah namamu pernah kueja dalam doa sekalipun aku diselimuti timbunan kecewa................................





Tertanda,
Aku.
Pria yang masih mengingat segala tentang kita dan
mencoba untuk menemukan penggantimu dihatiku,
-12-

Tuesday, April 29, 2014

Kalimat Senjaku Di Penghujung April.

 Pastikan kamu membaca ini ditemani
https://soundcloud.com/windyhar




Ada secercah cerita yang sedikit menyelinap masuk dalam ingatan. Rindu memanggil pelan dengan bisikkan. Aku diseretnya ke dalam cerita lalu, perlahan. Hasrat seperti tak kuat tuk menahan. Bagaimana bisa aku melangkah pada masa yang telah menjadi serpihan ? Jika diingat saja membuat kuatku jadi patah tertimpa reruntuhan. Ada yang rindu disana tapi memilih diam tak mengatakan. Aku tahu seseorang pada masa itu mengingini sebuah kehadiran. Namun sayang kini aku tak cukup berani untuk menghampirinya beri kekuatan. Aku tahu kau menitip rindu. Rintihanmu dalam sepi mendatangiku lewat mimpi sampai membentang. Menangislah sayang... Biarkan air mata pada pipimu bergelimang. Maaf... Bukan aku tak ingin menjadi tempatmu bersandar dan menggeser posisimu pada hatiku sebagai bintang. Tapi menghindari namamu saja aku dibuat agar sengaja lupa dan sia - sia usahaku tuk menerjang.

Dan... Kau eja lagi namaku kini... Bagaimana caraku menahan rindumu untuk datang ? Bertahanlah sayang... Aku tak punya kuasa tuk disampingmu sekarang. Kini kamu sudah ia miliki. Untuk menemuiku membayar rindumu pasti dia melarang. Bertahanlah dengan dia disana. Bukankah kamu dulu yang memilih pergi dariku dan berhenti berjuang ? Aku hanya tak ingin mengganggu kamu yang sudah sepasang.

Pada perpisahan kita, aku menemukan sebuah kelegaan yang sempat sirna. Pada perpisahan kita, aku menemukan jawaban atas segala doa. Sempat aku menyayangkan seribu empat ratus enam puluh lima hari perjuangan cinta atas nama kita. Namun ternyata aku keliru. Apa yang pernah kita perjuangkan justru menjadi salah satu cara untuk lebih kuat dari biasanya setelah tak lagi bersama.
Pernah ku berbincang dengan Tuhan tentang akhir cerita kita. Kukatakan saat itu padaNya...

"Tuhan.... Jika memilikinya adalah suatu keberuntungan, biarlah kepergiannya menjadi sebuah  Anugerah dan pelajaran untuk masing - masing dari kami berdua. Berikanlah kekuatan agar kami mampu menghadapi perpisahan ini dan menjadi pribadi yang lebih bijaksana saat sudah tidak bersama. Terima kasih telah memberi izin kami tuk saling mengasihi dalam beda. Ternyata dalam perbedaan menyebut nama-Mu pun mampu menyatukan kita meski rasanya seperti sementara..."

Pernah aku bertanya pada Tuhan bagaimana caraku melanjutkan hidup jika kamu tiada. Pernah kamu mengusap pipiku sepulang kerja sambil bertukar cerita. Pernah aku meminta Tuhan agar segala atas nama kita tak menjumpai akhir. Pernah kamu berdoa dengan memejam mata agar perpisahan pada hubungan kita tak ada.

Sebab pernah kita saling memunggungi dan jalan tak bersama. Namun kehilangan lagi - lagi tak menjumpai kelegaan. Hingga akhirnya tak terbendung lagi rindu yang menghantam dengan hebatnya. Kembali lagi sesuatu yang dilandasi dengan cinta. Demi nama Tuhan kamu bersumpah, bahwa tiada pagi ingin kau jalani tanpa adanya aku. Demi nama Tuhan kita pernah bersatu dan tetap berjalan meski perbedaan tak bisa dipungkiri karena Iman.

Bagaimana bisa kita dipertemukan untuk saling meninggalkan ? Kini aku mengerti sayang... Perpisahan kita banyak mengajarkan hal berkesan. Kita pernah bersatu karena dipertemukan. Kita pernah belajar menghargai mengenai perbedaan. Kita semakin kuat mengasihi saat perbedaan mulai tak terlihat. Namun terkadang kita melalaikan suatu hal. Bahwa ternyata Tuhan ingin melihat sampai sejauh mana kita mencintai-Nya jika yang disebut dengan beda itu........ ada.

Aku mengagumi prinsip yang kita miliki. Sebesar inginmu tak ingin aku pergi dan sekeras apapun aku melawan sesuatu yang ingin memisahkan kita, pada akhirnya hanya kekuatan cinta kita kepada Tuhan yang mampu meluluhlantahkan aku dan dirimu untuk bersama. Aku terlalu mencintai Sang Pencipta hingga akhirnya ku (harus) merelakanmu berjalan kini tanpa aku. Membiarkan kamu mengingkari sumpah yang tulus dari hati, sungguh sebenarnya tak ingin kau lakui.

Kini... Aku mendapati kamu bersama dia setelah lama belajar mengikhlaskan aku. Kini... Kau tepati janjimu padaku setelah kita berpisah, kau harus mendapati penggantiku yang satu Iman dengan kamu. Terima kasih sayang ... Melihatmu bisa bahagia tanpaku kini adalah doa yang pernah ku panjatkan dalam rintihan. Kamu pernah menjadi alasan untukku tetap bertahan. Kini melihatmu mampu bahagia dengan yang lain, akan menjadi alasanku untuk tetap melanjutkan hidup berjalan ke depan.

Atas nama perpisahan yang tak pernah menjadi ingin pada doa kita, berbahagialah kamu disana bersamanya...........






 Senjaku dipenghujung bulan April, Maria Priscilla........

Thursday, April 17, 2014

Kamu.


Saat senja dimana satu hari sebelum tanggal 18, tiba.


Kamu. Adalah  yang tak pernah terpikirkan sebelumnya dalam bayangan. Terpampang jelas kehadirannmu selalu membuatku tersenyum saat pagi menjelang.

Kamu. Adalah yang kukira takkan lama menetap disini untuk tertawa bersama berbagi sayang dan segala rasa sukacita. Ternyata kamu disini tak hanya menetap tapi juga memutuskan untuk selalu tinggal meski masalah menghantam.

Kamu membenamkan cinta baru dalam hidupku.
Kau hantarkan tiap-tiap kata yang sebelumnya tak aku tahu, aksara indah yang kau lukis pada dinding hati ini. Menerjemahkan kesukaran pada rasa yang lama tak kuberi pada orang lain sebelum kau ada.
 

Lembaran kertas yang tak tega kulihat diam dan kosong tanpa goresan, kutekan dengan perlahan dengan pena agar menjadi sebuah karya. Ada tulisan disana. Kutuangkan segala isi hati yang sedang bahagia karena kamu ada. Membuatku lebih dari semangat untuk memperbaiki apa yang kurang dalam diriku. Agar tak hanya semakin cerah senyum diwajahku karena kamu disini, tapi juga agar semakin meningkat pula kupunya pribadi.

Pada akhirnya, perasaan ini tertuju pada kamu yang sebelumnya kuharapkan dalam doa saja, tidak. Tapi kini aku bersyukur dengan teramat sangat. Karena tanpa meminta pun Tuhan mendatangkan kamu dalam sepiku. Kini namamu menjadi list baru dalam doaku. Dan semoga akan selalu seperti itu.


 Paras polos yang dengan puas dapat kupandang memberi sejuk hati si penyendiri

Ada tiap kata yang tak sabar menghujani kamu dengan jujur.

Bahwa ada ungkapan syukur. Terlebih lagi saat Tuhan mengizinkan kamu untuk tercatat pada sejarah hidupku. Tidak hanya menciptakan bahagia yang baru, juga menghapus luka yang kukira akan sulit untuk sirna.

Entahlah.
Kini aku hanya ingin semoga Tuhan tetap terus sependapat denganku untuk tidak membiarkan kamu hilang.

Jadi, tetaplah untuk tinggal.

Itu pun selama Tuhan mengizinkan :)








With Love, MP♥

Thursday, April 10, 2014

Sebatas Kata.

Tersayat hatiku akan hilangnya ketepatan janji. Dia pernah mengingkarinya lalu pergi. Diucap saat saling menggenggam. Dan dihempaskan tanpa alasan. Semudah itu dilupa, sesulit itu pula ia untuk menepatinya. Kusadari kini kesungguhan janji yang terucap dari bibir manisnya hanya sebatas kata.

Aku pernah berbagi tentang apa-apa yang telah membuatku sulit lagi untuk membuka hati. Namun ia tidak sekuat yang kuharapkan untuk menjaga sesuatu yang lemah dariku dimasa lalu. Ingatannya tak sekuat usahaku menahan luka yang tertinggal, hanya sebatas kata.

Telingaku disentuhnya oleh desahan nafas yang meneduhkan dan mencairkan keraguanku untuk membuka hati yang hampir membeku. Suaranya semakin jelas berbisik bahwa kehadirannya akan selalu ada disetiap rinduku tergelincir perlahan menghampiri mimpinya. Kehadirannya akan selalu ada saat sebuah inginku mengharapkan kehadirannya untuk memeluk hangat tubuh ini. Dan kali ini bukan hal yang tidak mungkin ia ingkari lagi, janjinya untuk hadir saat ingin dalam hatiku tiba, hanya sebatas kata.

Tatapannya pernah lebih tajam dari Burung hantu Eurisia saat mengamati kerisauan ku meragukan ketepatan janjinya. Tatapannya pernah setajam itu dan akhirnya melenyapkan segala takutku akan kehilangannya tanpa permisi. Tatapannya pernah secepat itu meluluhkan kekosongan hati yang sudah lama sendiri. Tatapan dari wajahnya yang takkan bosan dipandang meluluhlantakkan kesungkananku untuk merangkul hangat tubuhnya dari belakang. Kata maaf dengan senyum pada wajahnya menghanyutkan keegoisan ku untuk tidak semudah itu memberi maaf. Namun untuk kesekian kali aku gagal memberinya pelajaran. Dan janjinya untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama, hanya sebatas kata. Permintan maaf yang terlontar dari indah parasnya hanya sebatas kata.

Mungkin kehadiranku bukanlah harapan pada doanya.

Mungkin keberadaanku bukanlah akhir pada pencariannya.

Mungkin ketika ia mencari tempat bersandar hanya aku yang besedia ada, meski hanya sementara.

Mungkin keterlambatanku hadir pada kesendiriannya tidak menemukan celah untuk sebuah keseriusan.

Mungkin saat ia mulai yakin akan segala komitmen yang terucap, ada sesuatu yang lebih mahir meluluhlantahkan hatinya hingga ia berpaling dariku begitu cepat.

Mungkin juga Tuhan hanya ingin menjadikan kehadirannya sebagai anak tangga agar aku menemukan seseorang yang tepat tanpa ada kata terlambat.

Dan kini aku berhenti untuk mencari. Kedatangannya mengingatkan aku pada sebuah perpisahan yang tak diharapkan. Bertahun-tahun yang lalu aku menutup hati dan ia membukanya dengan mudah. Kini kututup kembali semuanya. 

Ketika kamu sadar bahwa kehadiranku berarti bagi hidupmu, kemarilah. Semoga Tuhan masih mengizinkan aku untuk membukakan hati yang kau buat kecewa. Semoga sosok lain tidak memulihkan hatiku yang kau buat penuh luka.

Ketika kamu kembali, jangan ucapkan apapun yang pernah kau ingkari. Aku tahu dan mengerti bahwa itu hanya sebatas kata dan percayalah, aku tidak membutuhkan lagi luka yang sama. Maka bersandarlah disini dan aku tidak akan menahanmu ketika ingin pergi. Tapi satu permintaanku dari hati, katakanlah ketika kamu ingin pergi. Agar tidak kesekian kali kau renggut susah payah usahaku mengobati luka yang kau ciptakan dihati ini.


.

With Love, MP♥

Friday, April 4, 2014

Doa dan Isi Hati Pada Ulang Tahun, Ayah.

Sekerat cerahnya langit saat sore ini mengundang derasnya hujan membasahi alam. Seluas langit yang berawan, seluas itu pula aku mempunyai harapan. Ketika aku terbangun ditengah malam yang hujannya menderam, teringat sosok Ayah yang pada detik ini umurnya tepat 42 tahun. Ayah, selamat ulang tahun.......................


Ini doaku untuk bertambahnya umurmu. Aku berdoa penuh syukur pada Tuhan dengan segenap hati yang bahagia karena masih diberi kesempatan untuk berada di dunia saat Ayah bertambah satu tahun pada hari ini. Aku memohon kepada Tuhan agar Ayah diberi umur panjang hingga aku selesai menuntut ilmu dan Ayah berada disampingku pada saat hari wisuda ku tiba.

Ini doa dari aku untuk lelaki sejati yang bagiku masih berjiwa muda. Semoga kau semakin bijaksana dan menjadi berkat untuk banyak orang. Semakin kuat dan berhikmat menjadi kepala keluarga untuk istri dan anak mu. Tetaplah memberikan dampak dan energi positif  tidak hanya untuk keluarga, tapi untuk rekan kerja serta semua orang yang ada disekeliling mu. Teruslah menjadi terang di dalam gelapnya harapan yang sirna dan kegagalan yang melanda. Biarlah kau tetap mampu menciptakan tawa di rumah. Membinasakan suasana tak nyaman yang ada. Kau pahlawanku dalam segala hal, Ayah.


Ini doaku yang semoga terjamah dihatiNya. Aku ingin dimasa yang sudah tidak muda lagi, kau dapat menikmati masa tuamu dengan hasil keringatku, Ayah. Semoga Tuhan tak terburu-buru ingin bertemu sosok sebaik engkau tuk ada disampingNya. Agar aku bisa membawa Ayah menikmati kesuksesan yang kuraih. Melihat satu-satunya putri yang kau punya menggenggam masa depan cerah. Kan kubawa kau pada masa yang akan datang itu. Berjanjilah untuk tetap disampingku hingga masa itu tiba.

Doaku sesungguhnya lebih dari ini, Ayah. Kupanjatkan segala syukur akan kemurahan hati Tuhan. Masih adanya kau di dunia yang kejam ini tuk membimbingku, sudah lebih dari segala doa yang tertera pada rentetan harapanku padaNya diharimu. Terima kasih untuk tetap menjadi yang tersabar menghadapiku. Tiada hari kulewati tanpa canda tawa selama ada kau disampingku. Kau mampu memberikan hangatnya kasih pada membaranya emosi. Kau mengajarkan aku bertahan pada kerasnya cobaan. Kau mencurahkan semangat tiada lelah tuk membimbingku menjadi yang paling tangguh menghadapi kehidupan. Terima kasih Ayah. Kau Pahlawan.

Hanya kau yang mampu berbicara bahwa kau mencintaiku melalui tindakanmu, bukan dengan kata-kata. Hanya kau yang mampu cemburu dan berusaha untuk menyingkirkan pria tak pantas dalam hidupku. Nasehatmu adalah doa untuk masa depanku. Pesan tulus yang terucap dalam doamu adalah cinta tertinggi yang kumiliki. Tetaplah menjadi Raja dalam sejarah hidupku, Ayah.
 Semangatku saat membuka mata tuk bergegas menyongsong pagi yang akan datang. Semangatku membara tuk bekerja dan mencari ilmu di luar sana, itu semua karena aku melihat sosokmu yang nyata menjadi panutan dalam hidupku. Tanpa mengeluh kau bekerja. Tanpa bersungut-sungut kau membangkitkan semangat yang dihiasi oleh kegagalan. Kau memikul kesedihan yang enggan kau ceritakan kepada kami. Kau menanggung segala kesusahan yang sesungguhnya dapat kau bagi dengan kami. Tetapi kau mengurungkan niat tuk melakukannya. Kau beri kami sukacita di dalam rumah. Kau beri kami kasih yang tak berbatas. Terima kasih Ayah, hingga bertambahnya umurmu dihari ini, kau masih sama seperti sosokmu yang dulu kukenal tak bertukar.

Aku, menyayangimu selalu, Ayah.


With Love, your daughter♡
















Friday, March 28, 2014

Kuingin Kau Tak Hanya Tahu.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku sempat lupa rasanya diperhatikan dengan sebuah manisnya pesan melalui tulisan. Sempat kukira tak lagi bisa hati ini merasa gundah akan kehilangan ketika ada yang mencoba untuk memperhatikan. Aku juga sempat tidak terfikirkan oleh cinta yang baru saat lagi-lagi aku terjatuh pada luka yang sama. 


Namun ada setitik cahaya kecil yang awalnya hampir tak terlihat, semakin lama semakin dekat. Awalnya datang memberi harapan, tak tahu akan menetap atau hanya bersinggah. Aku pernah menjauh dari harapan yang ada walau hanya segelintir. Menjauh dari kemungkinan akan kecewa yang bisa saja timbul ketika cahaya kecil hampir tak terlihat itu semakin terang dan menjadi pelita dalam hariku.

Sempat kuragukan kesiapan hati ini saat ingin bangkitkan bahagia yang pernah sirna. Lalu kamu datang. Merengkuh seluruh luka yang ada dengan perlahan. Hingga aku tak lagi dapat merasakan. Luka itu hilang. Kau renggut segala sakit yang tertinggal. Sosokmu hadir tak hanya untuk dikenal tapi juga memberi kenangan. Pernah ku ketahui bahwa yang terdekat bukanlah selalu yang Tuhan izinkan untuk terus bersama. Tetapi jika kamu datang bukan untuk menjadi tempat terakhirku mengakhiri kesendirian, tak apa. Karena kutahu pasti kau memberi pelajaran baru. Setidaknya kamu membangkitkan terang pada hariku yang kelam. Gelapnya harapan saat jauh hari kau belum datang.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah dipatahkan harapannya. Jadi tolonglah mengerti hati ini yang masih ingat rasanya kecewa. 

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah jatuh sampai tertelungkup. Ratapan sakit tak ada yang sudi menyembuhkan. 

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah berikhtiar tuk bangkit dan mengendapkan keenggananku membuka hati saat hari berganti.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah lama sendiri dan tak terpikirkan ada lagi yang datang berusaha membenahi hati ini.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah salah menilai kehadiran seseorang yang kuanggap berarti namun nyatanya hanya menyayat hati.

Aku pernah terlalu percaya, hingga akhirnya aku kecewa. Pahamilah, ketika aku mulai sulit kau mengerti apa maunya. Bersabarlah, karena harusnya ketika kau memberanikan diri tuk melangkahkan kaki dalam hidupku, ada banyak hal yang pelik dimengerti logika. 


Dan kini kamu datang membuka pintu yang lama kututup rapat. Membuat kusadar akan perkiraan-perkiraan dari pikiranku yang enggan membuka hati untuk yang baru. Tak tahu akan berujung bahagia dengan bisa bersama saling menggenggam atau kamu datang hanya sebagai pengingat pada luka yang kupunya, bahwa masih ada harapan untuk bisa bangkit ketika aku mau mencoba.

Kuingin kau tak hanya tahu. Pahamilah tak hanya sekedar mengerti. Menetaplah agar kau mengenalku lebih jauh tak hanya sekedar tahu. Dan jangan kau paksakan tuk tetap tinggal dalam hidupku ketika hatimu ternyata tak disitu tuk mendampingiku.  

Terima kasih telah membuka mata dan hatiku tuk menerima hal baru, kamu.




With Love, MP♥

Sunday, March 23, 2014

Setelah Lama Kamu Tiada


Aku pernah berkata  padamu dengan menatap nanar bahwa aku begitu angkuh ketika berkata dengan lidahku, jika segala tentang kita sudah tidak teringat barang sekeping cerita. Tidak. Aku belum sehebat itu untuk merasakan mati pada rasa tentang kita yang pernah ada.

Aku pernah menuliskan tentang suatu kenyataan. Bahwa sebenarnya aku sudah terbiasa akan segala hal yang tanpa kamu. Aku sudah lama tidak ditenangkan lalu diyakinkan bahwa ada hal yang tidak baik-baik saja terjadi, namum tetap dapat dilewati. Sejak kamu tak ada, sejak kamu pergi dan bahkan sejak kamu dimiliki yang lain. Aku mempelajari banyak hal tentang sebuah keikhlasan.

Dimana aku tak lagi dapat merasakan rindu yang kau simpan sendiri. Kita pernah berpisah lebih lama dari ini bukan? Namu acap kali rindu selalu datang. Menghantarkan seuntai kata dari hatimu melalui mimpiku. Ada kamu disitu dengan wajah bermuram. Seolah mengisyaratkan isi hati yang tak dapat dimengerti orang lain selain aku.

Terima kasih, kini ketiadaanmu sudah tidak meninggalkan tangis pada hariku.

Kini tanpamu, aku tidak selalu rindu akan pelukkan hangat yang mampu kau berikan.

Sekarang ketika kenangan kita sempat lewat saat pejamku semakin pulas, aku punya rasa tak ingin lama menetap disana. Memang indah ketika perasaanku dibawanya, namun semuanya telah berlalu dan seharusnya aku tak lagi disitu.

Kini aku berteman baik dengan perasaanku. Ketika hati ini ingin mengenang yang telah berlalu, bukan berarti ia ingin kembali. Maka kubawalah perasaan ini pada masa itu. Masa dimana tak ada rasa yang lebih indah dari segala hal atas nama kita. Tak lama berdiri disana, kusadaran lagi hati ini dengan logika. Bahwa yang telah berlalu di belakang, tak semuanya dapat di bawa berjalan ke depan dengan beriringan. Kutinggal di belakang segala sesuatu yang pernah menghancurkanku sampai berkeping-keping. Lalu ku bawa sisa semangat yang ada menuju hari yang telah dipersiapkan-Nya.
Aku merasa jauh lebih baik kini ketika alasanku dapat menenangkan hati bukan kamu.

Aku merasa jauh lebih nyaman kini ketika aku membuka mata, bukan lagi kamu yang kutunggu kabarnya.

Aku seperti diberi perasaan baru untuk membuka cerita dengan yang lain ketika langkahmu semakin jauh dari cerita hidupku.

Dan kini biarlah aku selalu mampu melalui hari tanpa kamu, agar semakin baik pula cerita jalan hidupku. Begitu juga jalan cerita hidupmu yang tak lagi ada aku.



With Love, MP♥

Sunday, January 12, 2014

Lima Tahun Tanpa Kita.



Tak kusangka sampai pada akhirnya aku bertumpu ditanggal dan bulan yang sama. Iya. Aku masih memaftawakannya. Dan mungkin akan terlalu angkuh jika kuakui sekarang bahwa aku telah membenamkan semuanya. 



Sesungguhnya aku mulai terbiasa. Ketika kamu tak ada untuk menenangkan dan meyakinkanku bahwa akan ada hal yang tidak baik-baik saja terjadi, namum tetap dapat dilewati. Aku mulai terbiasa untuk tidak merasakan kerinduan yang mencekam jiwa ini sampai menyiksa batinku karna tak ada kamu dalam pandanganku. Aku mulai terbiasa, bahkan ketika kamu mulai singgah sebentar dan lagi – lagi kamu harus secepat itu meningalkan. Aku sudah terbiasa, seharusnya kau peduli akan hal itu yang kubangun dengan senak bermuram durja.


Angin sore ini merebahkan air hujan dengan derasnya. Perasaanku seperti terbawa apa saja yang diawali sejak lima tahun lalu. Diseretnya aku perlahan oleh kenangan itu. Aku berusaha memerangi hatiku saat namamu semakin terdengar jelas. Semakin lantang terdengar. Meregang jiwaku agar mengudara bersama kenangan yang ada. Harus kuakui bahwa aku menikmatinya. Bukan karena aku ingin mengulang semua yang sudah berlalu. Hanya aja saja terlalu berharga semua kenangan serta pelajaran yang telah banyak merekat bagi pribadiku. Maka kunikmatilah saat kenangan itu menyongsong jiwaku dengan perlahan.




Lima yang tanpa kita tepat dihari ini. Ternyata aku dan kamu harus melewatinya dengan tidak bersama. Kini aku dan kamu sudah berdiri saling berantara. Ada sekat yang berdiri dengan kokohnya. Tak mengizinkan kita untuk kembali. Bahkan hanya sekedar untuk menyapa. Nikmatilah perpisahan yang telah berlalu, wahai engkau yang dulu sering kali kupanggil sayang. Lima yang tanpa kita akan menjadi awal dimana kebersamaan yang dulu menjadi cita-cita untuk selamanya dapat beriringan tak mungkin ada. Bukan karna harapanku agar kita mengembari takdir yang berbeda dengan doaku. Tapi karena memang ada yang tak dapat kita jalani bersama sampai waktu yang tak dapat kita tentukan. Aku bertekuk lutut akan payahnya usahaku menghadapi hal-hal yang tak kuingini. Begitupun dengan kamu. Menyerahlah pada kenyataan. Berpihaklah kali ini pada takdir yang tak pernah kita harapkan walau hanya segelintir.

Bersukacitalah dengan tanpa adanya aku disana. Tetaplah tangguh seperti dulu saat masih mampu kau rangkul hangat pundakku. Mungkin ragaku tak dapat menemanimu sepanjang hidup. Tapi akan ada rasa tulus dari lubuk hati terdalamku yang menemani harimu dan semoga nantinya akan ada sosok baru dari Tuhan menggantikanku. 



Berbahagialah saat Tuhan mengirimkan pribadi yang baru dalam hidupmu untuk dicintai. Semoga kasih sayang nya dapat melampaui yang kupunya. Berhentilah mencari sosok yang sama seperti apa yang tak dapat kau miliki saat ini. Karna Tuhan hanya menyediakan satu dan kau takkan miliki itu. Berjalanlah dengan rupa yang baik. Cintailah dia melebihi yang pernah kau lakukan. Ada doa dariku yang akan melampiri harimu. Dan jangan sesering mungkin untuk berpaling ke belakang. Biarlah aku dan kamu saling memanggul takdir yang tak sejalan dengan harapan. Menolehlah sesekali ke belakang hanya untuk menguatkan langkahmu, “Ya, aku pernah jatuh selemah itu karna kehilangan. Dan aku mampu berjalan sejauh ini untuk bangkit menata hidupku agar jauh lebih baik lagi”. Langkah ku harus tetap ke depan, begitu pun dengan kamu. Ingatlah bahwa perjuangan yang telah kita lalui takkan terbengkalai begitu saja. Rancangan kita untuk dapat terus jalan bergandengan memang tak sesuai dengan kehendak-Nya. Namun yakinlah bahwa akan ada pengandaian yang tak pernah kita kira,  dengan sendirinya menghampiri lalu membawa raga serta hati yang terluka akan perpisahan menuju suatu rasa kelegaan. 


Seandainya lima yang tanpa kita ini tak pernah ada, mungkin kebahagiaan yang tiada taranya masih enggan menampilkan diri. Bersyukurlah atas perbedaan yang pernah menyatukan sekaligus memisahkan kita. Sejak lima tahun yang lalulah aku dan kamu mulai belajar untuk melengkapi dan menghargai apa yang tidak dapat diyakini oleh banyak orang. Kini kita harus memapak masa depan yang lebih cerah. Tetaplah berusaha dan berdoa. Jiwaku merindukanmu dan itu akan sering terjadi. Selamat lima kali menghadapi tanggal dan bulan yang sama, kamu.......




With Love, MP♥

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...