Wednesday, May 20, 2015

Salah Satu Dari Mereka, Pergi.

Hampir berakhirnya minggu ketiga pada bulan lima ditahun ini memberi kabar duka untuk kawanku di seberang kota. Mendung awan malam menyiratkan kesedihan tentang sebuah kepergian. Ia ditinggal salah satu sahabat terbaiknya untuk kembali pada Pencipta manusia. “Oh Tuhan...” gumamku dalam hati saat mendapat kabar duka ini dari kawan baruku. Bagaimana bisa aku ikut merasa kehilangan meski mengenalpun tidak pada sahabat terbaik kepunyaan kawan baruku ini. Semakin ikut pilu dinding hatiku saat kawan baruku berkata “Ia yang terbaik yang kupunya. Aku bangga memilikinya”. He lost his best friend.......
           I'm not fukcin* fine. He said.

Ada keceriaan mewarnai intonasi suaranya saat bercerita beberapa sahabat terbaik yang ia miliki sejak masih duduk di bangku SMA. “Kami memang aneh. Tapi memiliki mereka itu adalah suatu kebanggaan. Sekarang kami lagi berjuang di jalan masing-masing. Ada beberapa planning ke depan yang mau kita jalanin, entah kapan tapi pasti ada waktunya. Sayang mereka semua. Kami ini seperti keluarga yang susah senangnya selalu bersama.”Mendengar kalimat sesederhana itu pun membawa imajinasi ku tuk bermain hingga membayangkan bagaimana indahnya sebuah persahabatan yang susah senangnya selalu bersama, bahkan beban hidup pun terasa ringan saat mereka ada. Canda tawa yang tercipta saat mata dapat bertatapan dengan mata, bukan hanya pada teks dalam ponsel pada layar kacanya. Disitulah terukir kenangan yang tidak akan pernah pudar meski jarak yang memisahkan begitu besar.

Salah satu dari mereka berenam kini pergi tanpa permisi. Mungkin sebelumnya sudah meninggalkan pesan namun tak terhiraukan. Sudah ada tanda namun tak terasa. Hingga saat waktuNya telah tiba untuk memanggil salah satu dari mereka, kehilangan itu terlalu luar biasa untuk dirasa. Terlalu berharga momen bersama sahabat terhebat untuk mengingat hal yang membawa kepedihan. Untuk pertama kali aku merasakan kehampaan pada pria yang biasanya mampu membuat tawa, namun kini hinggap pada sebuah kesedihan yang bernama duka. Ada kehilangan mendalam dihatinya. Untuk menguatkan tubuh berjalan dengan tegap saja mungkin takkan sanggup. Aku hanya mampu membawa doa untuk keluarga yang ditinggalkan, doa untuk teman-teman yang merasa kehilangan, serta doa untuk sahabat yang pastinya luar biasa larut dalam kesedihan akan sebuah kepergian. Kepergian yang tak hanya sementara, melainkan selama-lamanya.



Untuk kamu, teman baruku di seberang kota...You’ve to be stronger, man. Aku tahu bahwa selalu ada sedih pada setiap kepergian. Namun kini salah satu sahabat terbaikmu sudah berjalan menuju tempat terindah bersamaNya. Yang suatu saat nanti akan kau susul ia di tempat itu. Teruslah berbuat baik, kawan. Teruslah menabur kebaikan agar engkau menuai kebahagiaan. Bukan hanya untukmu, namun juga untuk semua yang merasa kehilangan. Those special memories of him will always bring the happy smile for your life. He want you to be stronger than before without him on Earth. Maybe you can’t hold his hand again, maybe you can’t see his happy smile again, but just believe, man! He would be always stay in your heart whenever you will go, okay?

Namanya tak akan hanya terukir pada batu nisan yang tanahnya masih basah diguyur hujan. Tapi tiga kata pada namanya juga tinggal dan menetap dilubuk hati terdalam milikmu dan kerabat serta keluarga yang ditinggalkan. Kirimlah doa sesering mungkin untuknya saat rindu dihatimu menerpa dengan hebat. Sering-seringlah bersujud dalam doa meski harus tertatih saat mengungkapkan isi hatimu pada Yang Maha Kuasa. Berdukalah namun jangan terlalu lama. Bersedihlah tanpa harus terlena pada hati yang masih tidak rela. Biarkan sahabat terbaikmu berjalan dengan tenang sampai di sisiNya, tanpa harus mengkhawatirkan siapa-siapa saja yang ia tinggalkan dengan tidak menitipkan sepatah kata. Ini bukan keinginannya untuk pergi meninggalkanmu dan yang lain. Percayalah ia sudah pergi diwaktu yang tepat. Sesuai dengan waktuNya. Tidak ada yang pernah siap untuk ditinggalkan. Maka belajarlah untuk tetap tegar menjalani hidup yang tak akan pernah memberi kabar kapan kita akan pergi meninggalkan dunia yang fana ini.

   
When someone you love becomes the memory, the memory becomes a treasure. So keep it!



    With Love, MP♥  

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...