Thursday, May 30, 2013

Happy 21st Yosua Rendi!



Dear friend....
 
Selamat untuk usia ke-21 yang saat ini baru saja kau rasakan. Pada setiap doa, ucapan serta harapan dari orang-orang di sekelilingmu, kuharap semua yang mereka ucapkan dalam harapan terbaik untuk hidupmu, selalu ada amin yang mengikutinya di akhir.

Happy Birthday to you, Yosua Rendi! :)
I know you are one of the good friends of many people in this world. Although we are not a best friend in the class, but I know you're good enough to be called a good man. I like how you assume something, not just from one side. For 2 years we know each other, I never found the things that made me think you're a freak human or bad boy. I hope it's not wrong :P


Ren! Untuk setiap kata yang mungkin terlihat berlebihan, itu bukan hal yang disengaja. Tapi memang benar begitu adanya. Bukan hanya aku yang merasa kau adalah teman yang baik, teman-teman di kelas pun pasti juga merasakan hal yang sama. Candaan ringan dan genre musik yang kau sukai memang memancarkan kepribadianmu. Memang kita bukan sahabat di kelas, tapi sesekali berbicara denganmu adalah hal yang sungguh menyenangkan. Kau mampu membuat orang di sekelilingmu merasa nyaman ketika ada di dekatmu. Pria yang baik. Kurasa itu benar.

Doa untuk teman sekelas yang baik..
Semoga dengan bertambahnya umurmu menjadi 21 tepat pada hari ini, kau semakin diberkati oleh-Nya. Semakin menjadi pribadi yang bijaksana dan semakin menjadi berkat bagi banyak orang di sekelilingmu. Sayangi dan jagalah keluarga serta teman-temanmu dengan baik, semoga kebutuhan rohanimu di dalam Yesus selalu bertambah setiap hari. Sukses untuk kuliah serta masa depan setelah lulus dengan tepat waktu. Tetaplah setia dalam melayani Tuhan, wishing you a very happy birthday. May your all wishes becomes true on your special day! :)

Tuesday, May 28, 2013

Syukurku Pada Kuasa Tuhan.

Hari ini aku berangkat pagi hari seperti biasa diiringi rasa kantuk yang teramat menguasai ragaku. Kusemangati diri ini dengan sedikit rasa lemas yang masih menggelayuti tubuhku. Setelah rapih dan siap untuk berangkat kuliah, diperjalanan menuju kampus aku selalu beroda agar aku sampai dengan selamat kemanapun tujuanku pada hari ini. Dan aku juga meminta agar Tuhan menguatkan aku untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi pada hari ini... ".....Tuhan, aku tidak meminta Engkau untuk memberi kemudahan pada setiap perjalanan hidupku, namun kuatkanlah aku untuk menghadapi hari yang baru setiap aku melihat pagi". Teriangat akan kemarin malam pada malam Selasa ketika aku memang benar sedang dalam keadaan hati yang hampa, seorang sahabatku mengirimkan sebuah pesan singkat melalui BBM agar aku segera mencari lagu rohani berjudul Tuhan Yesus Setia - Maria Shandi. Lalu aku mendengar kan lagu itu sepanjang malam hingga dalam perjalanan menuju kampus pun aku terus mendengarkan lagu itu. Sungguh menguatkan. Mengingatkan aku bahwa tak ada yang hampa ketika merasa bahwa aku sedang berjuang sendiri di dunia ini karena masih ada Tuhan Yesus yang setia. Aku seperti mendapat energi positif yang lebih pada pagi hari ini melalui sebuah lagu yang diberikan oleh Tuhan melalui sahabat terbaikku di tempat kuliah.

Pada mata kuliah pertama di kampus pagi ini, aku mendapat bahasan soal motivasi. Miss Fitri sebagai dosen yang mengajar  pada mata kuliah supervisory mampu membuat air mataku terjatuh ketika ia memperagakan suatu motivasi yang membangkitkan semangat pada dirinya saat ia juga masih duduk di bangku kuliah sepertiku dan teman-temanku sekarang. "I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.." Beliau mengulang kata itu berkali-kali sambil meletakkan tangan kirinya di dada dan mengepal tangannya yang sebelah kanan seperti sedang memperjuangkan sesuatu untuk mencapai tujuan. "Ketika kita berfikir positif dan banyak mengatakan hal baik, maka itulah yang akan terjadi. Karena sesungguhnya yang mampu memotivasi diri kita untuk MAMPU melakukan sesuatu hal yang kita impikan, datangnya dari dalam diri kita sendiri. Ubah cara berfikir kita ketika keadaannya sakit sekalipun. Pasti bisa!! Bisa untuk dilalui." Entah aku yang begitu aneh karena terlalu mudah terharu pada suatu hal kecil atau..... Entahlah. Aku meneteskan air mata pada saat itu. Dan hanya beliau yang menyadarinya karena teman-teman yang lain fokus memperhatikan beliau di depan kelas.

Dan setelah membahas soal motivasi, Miss Fitri memberikan tugas kepada mahasiswa/i untuk menuliskan tentang beberapa kelebihan dan kekurangan satu atau dua orang teman sekelas kami. Dan tanpa berfikr panjang pula, aku sudah tahu sebuah nama yang akan aku tuliskan pada lembar kertas ini. Setelah dikumpulkan lembaran kertas itu, ternyata semua isi yang tertulis dibacakan oleh dosen kami. Dan setelah dibacakan, aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi sahabatku. Jessica Patricia.

Mengapa harus namanya? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Mungkin.
Aku menuliskan nama, kelebihan, serta kekurangan bahkan saran untuknya dengan lancar tanpa aku merasa kebingungan hal apa yang harus aku tuliskan tentangnya. Seolah aku memang mengenalnya sejak lama.

Jessica Patricia. Satu - satunya yang aku percaya sebagai orang yang paling bisa mengerti diriku (hampir) seperti aku mengenal diriku sendiri di kampus adalah kamu. Satu - satunya bagiku yang mampu menjadi tempat berbagi suka dan duka setelah keluargaku, kamu. Satu - satunya perempuan yang dimata banyak orang adalah gadis yang masih terlihat seperti anak kecil tingkahnya, namun tidak dalam pandanganku. Ada beberapa hal yang (mungkin) tidak dapat dimengerti orang lain, salah satunya seperti betapa mudahnya kamu mengeluarkan air mata kepada hal yang sepele, hal yang kecil, hal yang dimata orang lain terlihat tidak begitu layak ditangisi. Itu hanya karena mereka tidak mengerti. Percayalah... Itu bukan sesuatu hal yang terlihat seakan kamu lemah atau aneh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kamu terlalu sering mengeluh. Kebanyakan dari mereka berbicara tentangmu hanya dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka rasakan. Tenanglah.. Untuk setiap kekuatan yang kau punya, untuk setiap perjuangan hidup yang kau jalani, untuk setiap rasa sakit karena pernah dikecewakan, untuk setiap keadaan yang terkadang membuat kamu dan aku ada diposisi paling bawah, sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang sungguh luar biasa untuk hidup kamu dan aku. Untuk setiap tetes air mata yang terjatuh, setiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya, itu semua akan terjawab. Terjawab sesuai dengan waktu-Nya. Mungkin terasa lama bagi kita, namun nikmatilah setiap pekerjaan tangan Tuhan yang selalu hadir setiap hari dalam hidup kita :')
Tahukah sahabat, aku selalu bersyukur dengan adanya dirimu pada lingkungan yang tidak begitu nyaman untuk dilalui setiap hari. Kehadiranmu dalam hidupku yang sekarang, seolah menjadi jawaban dari pertanyaanku pada Tuhan beberapa tahun yang lalu. Aku pernah dikecewakan oleh seseorang yang (dulu) aku sebut sahabat. Sempat aku tidak mempercayai lagi hal itu. Namun dengan hebatnya, Kuasa Tuhan menempatkan kamu untuk menjadi bagian dalam hidupku. Itu menyadarkan aku bahwa ditengah banyaknya kemunafikan pada setiap orang di dunia ini, ternyata masih ada kamu yang telah Tuhan persiapkan untuk menjadi sahabatku.

Maaf untuk setiap sikap dariku yang pernah membuatmu merasa terganggu.
Maaf untuk setiap perselisihan yang pernah terjadi diantara kita.
Betapa aku tak mampu berhenti bersyukur kepada Tuhan, karena kamu masih ada disampingku ketika keadaannya sulit untuk aku hadapi. Kamu mampu menjadi salah satu yang membangkitkan semangatku.
Terima kasih karena kamu selalu mengingatkan aku bahwa aku mampu melakukan sesuatu yang aku rasa tak mampu aku lakukan.



Untuk setiap gelak tawa yang menghiasi hariku karena canda kita. Mungkin tak ada yang bisa membayarnya dengan materi berlimpah seperti yang kebanyakan orang punya. Mempunyai kamu sebagai orang yang bisa aku percaya setelah keluarga, sudah lebih dari hal yang disebut bahagia. Terima kasih kamu juga menjadi salah satu yang membuatku tersenyum ketika yang lain lebih sering membuatku menitikkan air mata.


Aku sadar, bisa saja akan ada hal-hal yang suatu saat membuat kita agak berjauhan karena suatu masalah kecil nantinya.
Jessica Patricia, ketahuilah.. Sebelum masalah itu muncul dan membuat kita saling berjauhan, selalu ada kata maaf yang (mungkin) tak dapat kau dengar bersuara dalam hatiku. Maaf dari lubuk hatiku yang terdalam untuk sesuatu yang mungkin suatu saat nanti akan mengecewakanmu. Sungguh aku tak ingin hal itu terjadi. Sedikitpun. Aku selalu berusaha untuk tidak menjadi 'mereka' yang pernah mengecewakanmu, dan menggunakan kepercayaan yang kau berikan padaku menjadi sia-sia.

Terima kasih Tuhan.. Melalui Miss Fitri dan Jessica Patricia, Kau membuat hari ini penuh dengan keajaiban yang berdampak besar berkatnya untukku. Semoga mereka yang membacanya juga merasakan hal itu :)


Saturday, May 25, 2013

.....


"Jika saatnya tiba untuk kita tak lagi bersama, jangan lagi kau cari aku. Karna kau pasti tahu alasannya.. Ketika kamu datang kembali, aku tak mampu untuk menolak kedatanganmu untuk kesekian kali. Dan pada saat itulah rasa sakit untuk yang pernah kau beri akan terjadi lagi.."

    Untuk beberapa waktu yang telah berlalu, aku masih mengingat percakapan kita yang sangat singkat. Ditengah waktu saat kamu dapat meluangkan sedikit waktumu usai bertugas. Melepas rindu karna tak banyak waktu untuk bertemu, bertukar cerita dengan tawa, mencoba untuk saling mengerti akan waktu yang terus berjalan, waktu seolah tanpa henti menghabiskan waktu kita berdua. Entah seperti ada sesuatu yang terasa sangat kuat pada masing-masing dari kita untuk tidak saling melepaskan genggaman tangan ini. "Kamulah tujuanku... Masa depanku..".

 Aku seperti tak pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya.. Karna begitu sulit untuk bisa ada dihadapanmu seperti saat ini. Untuk beberapa hal yang lebih penting kamu harus selesaikan, dibanding harus menemuiku saat rindu ini begitu menggebu. Dan ketika kamu mengatakan hal itu... Entah mengapa hanya hatiku yang mampu mengindahkannya, namun lidahku berkata "Ketika kamu pergi, aku mohon jangan pernah kembali. Hati ini tak akan pernah mampu kehilanganmu untuk kesekian kali..."


   Kita sempat membicarakan hal saat kita saling kehilangan nanti, apakah yang akan terjadi? Mungkin kamu tak pernah mengindahkan pertanyaanku dengan jawaban yang membuatku yakin, bahwa kamu tak akan melakukan itu. Kamu memberi janji yang tak bisa kau tepati. Kamu meyakinkan aku tanpa bukti. Kamu menyakiti hati ini, namun menerima maaf serta kesempatan berulang kali dari orang yang selalu kamu sakiti. Ya, aku yang selalu kamu sakiti.

   Aku menguatkan diriku sendiri saat itu. Berusaha yakin bahwa kamu tak akan pergi. Menyemangati diri untuk menjadi lebih kuat saat hari berganti. Menghapus air mata ini juga tanpa sentuhan tanganmu.. Lagi-lagi aku menangis tanpa kau tahu. Aku menangis di belakangmu karna tak ingin menjadi beban dalam harimu. Tak sedikitpun ingin menimbulkan khawatir karena memikirkan aku yang sebenarnya begitu lemah saat kau tak ada.

 Pada setiap permintaanmu agar aku mengerti kesibukanmu, awalnya aku tak mampu. Namun aku mulai belajar untuk mengerti, akhirnya aku mampu untuk memahami. Kamu tersenyum.
Untuk setiap lelahmu karena tugas di luar sana, kamu meminta lagi pengertianku. Aku coba (lagi) belajar untuk lebih mengerti kamu lebih dari kemarin. Dan senyum diwajahmu semakin cerah.
Untuk setiap lupa yang kau katakan ketika membuat janji denganku, untuk setiap lupa dari ingatanmu tentang kita, untuk setiap terlambat darimu dalam segala hal yang kesekian kali, lagi-lagi kamu menagih pengertian dariku yang entah sudah berapa banyak kau terima.

Kamu selalu menagih pengertianku tanpa pernah memikirkan bahwa pengertian itu bisa saja aku hentikan. Kamu menuntut pengertian dariku yang tak pernah bisa kau coba lakukan untukku. Kamu menamparku dengan kata-kata yang seolah membuatku tak pernah memahamimu. Setelah aku berdiam dalam gelapnya hari-hari ini tanpa menyelesaikan apa yang seharusnya dituntaskan denganmu, aku tersadar. Aku selama ini memperjuangkan hubungan kita, sendiri. Aku memahami segala yang tak bisa kau penuhi. Tak bisa kau penuhi apa yang dibutuhkan oleh hubungan ini. Kamu tak menyeimbangkan apa yang seharusnya kau imbangi. Kamu tak menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawabmu pada hubungan ini. Ada yang kamu tidak mengerti saat ini, dan kamu tak pernah ada keinginan untuk belajar mengerti..

Saat ini kamu harus tahu bahwa aku tak ingin lagi hati ini terus mengerti. Aku tak ingin hati ini semakin tersakiti. Maka aku belajar (lagi) untuk melakukan hal yang awalnya aku mampu lakukan tanpa perlu belajar. Awalnya aku belajar mengerti karena kamu yang menjadi alasannya. Dan dengan alasan yang sama pula aku belajar untuk berhenti mengerti. Aku harap kamu mampu menerima ketidak pengertianku yang selalu kau gunakan semaumu dan baru saja akan kau rasakan nanti, saat aku sudah tak ada lagi. Sayang, ketika kepergianku ternyata menyakitkan untukmu, nikmatilah. Aku pernah merasakan itu. Ketika ketidakberadaanku ternyata menyadarkanmu bahwa kepedulianku untuk mengerti kamu adalah hal yang perlu kau pelajari, belajarlah untuk mengerti, bahwa yang mengerti kamu seperti aku (mungkin) akan sulit kau temukan. Aku dalam sosok berbeda itu akan datang, ketika kamu mampu belajar untuk memahami semua hal yang kau sia-siakan.


    Kamu memilih pergi karna aku berhenti peduli, tak apa. Karna seharusnya dalam hubungan ini bukan hanya aku yang banyak belajar. Akan ada saatnya kamu tersadar, pergi tanpa menuntaskan masalah dalam hubungan kita adalah suatu hal yang salah. Lepas tangan pada sesuatu yang kau awali dengan baik dan kau akhiri dengan tragis, akan terus membayangi harimu tanpa henti. Tuntaskanlah apa yang belum kau selesaikan. Tapi ketika kamu terlambat untuk datang menuntaskan masalahmu pada hubungan kita yang dulu, dan kamu mendapati aku telah menemukan sosok yang baru, sekali lagi aku beritahu padamu... "Belajarlah untuk mengerti hal yang selalu kau sepelekan nilainya.." Terkadang apa yang tak berarti bagimu, adalah hal yang mati-matian dipelajari oleh orang kuat di luar sana.


   When you leave without finishing your problem with me, never dreamed there would be a chance for you to complete the problem. When you leave me without obvious reason, don't expect too much I will receive you back, because I still love you so much. I wouldn't do it even if I wanted to. If you leave me when I still in love with you, don't ever bring that love back to me. Because I would never ask for it back. Keep it. Or if you're able to get rid of love that I give, do itI'm not going back to you, even if I wanted to. I'm not going back to you, although it hurts for me. I'm not going back to you, although you asked me back in your life with tears on your face. Because I know....



When I receive you to come back, there will always be a farewell that we don't know when the time will come.


 With Love, MP♥

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...