Tuesday, May 28, 2013

Syukurku Pada Kuasa Tuhan.

Hari ini aku berangkat pagi hari seperti biasa diiringi rasa kantuk yang teramat menguasai ragaku. Kusemangati diri ini dengan sedikit rasa lemas yang masih menggelayuti tubuhku. Setelah rapih dan siap untuk berangkat kuliah, diperjalanan menuju kampus aku selalu beroda agar aku sampai dengan selamat kemanapun tujuanku pada hari ini. Dan aku juga meminta agar Tuhan menguatkan aku untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi pada hari ini... ".....Tuhan, aku tidak meminta Engkau untuk memberi kemudahan pada setiap perjalanan hidupku, namun kuatkanlah aku untuk menghadapi hari yang baru setiap aku melihat pagi". Teriangat akan kemarin malam pada malam Selasa ketika aku memang benar sedang dalam keadaan hati yang hampa, seorang sahabatku mengirimkan sebuah pesan singkat melalui BBM agar aku segera mencari lagu rohani berjudul Tuhan Yesus Setia - Maria Shandi. Lalu aku mendengar kan lagu itu sepanjang malam hingga dalam perjalanan menuju kampus pun aku terus mendengarkan lagu itu. Sungguh menguatkan. Mengingatkan aku bahwa tak ada yang hampa ketika merasa bahwa aku sedang berjuang sendiri di dunia ini karena masih ada Tuhan Yesus yang setia. Aku seperti mendapat energi positif yang lebih pada pagi hari ini melalui sebuah lagu yang diberikan oleh Tuhan melalui sahabat terbaikku di tempat kuliah.

Pada mata kuliah pertama di kampus pagi ini, aku mendapat bahasan soal motivasi. Miss Fitri sebagai dosen yang mengajar  pada mata kuliah supervisory mampu membuat air mataku terjatuh ketika ia memperagakan suatu motivasi yang membangkitkan semangat pada dirinya saat ia juga masih duduk di bangku kuliah sepertiku dan teman-temanku sekarang. "I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.." Beliau mengulang kata itu berkali-kali sambil meletakkan tangan kirinya di dada dan mengepal tangannya yang sebelah kanan seperti sedang memperjuangkan sesuatu untuk mencapai tujuan. "Ketika kita berfikir positif dan banyak mengatakan hal baik, maka itulah yang akan terjadi. Karena sesungguhnya yang mampu memotivasi diri kita untuk MAMPU melakukan sesuatu hal yang kita impikan, datangnya dari dalam diri kita sendiri. Ubah cara berfikir kita ketika keadaannya sakit sekalipun. Pasti bisa!! Bisa untuk dilalui." Entah aku yang begitu aneh karena terlalu mudah terharu pada suatu hal kecil atau..... Entahlah. Aku meneteskan air mata pada saat itu. Dan hanya beliau yang menyadarinya karena teman-teman yang lain fokus memperhatikan beliau di depan kelas.

Dan setelah membahas soal motivasi, Miss Fitri memberikan tugas kepada mahasiswa/i untuk menuliskan tentang beberapa kelebihan dan kekurangan satu atau dua orang teman sekelas kami. Dan tanpa berfikr panjang pula, aku sudah tahu sebuah nama yang akan aku tuliskan pada lembar kertas ini. Setelah dikumpulkan lembaran kertas itu, ternyata semua isi yang tertulis dibacakan oleh dosen kami. Dan setelah dibacakan, aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi sahabatku. Jessica Patricia.

Mengapa harus namanya? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Mungkin.
Aku menuliskan nama, kelebihan, serta kekurangan bahkan saran untuknya dengan lancar tanpa aku merasa kebingungan hal apa yang harus aku tuliskan tentangnya. Seolah aku memang mengenalnya sejak lama.

Jessica Patricia. Satu - satunya yang aku percaya sebagai orang yang paling bisa mengerti diriku (hampir) seperti aku mengenal diriku sendiri di kampus adalah kamu. Satu - satunya bagiku yang mampu menjadi tempat berbagi suka dan duka setelah keluargaku, kamu. Satu - satunya perempuan yang dimata banyak orang adalah gadis yang masih terlihat seperti anak kecil tingkahnya, namun tidak dalam pandanganku. Ada beberapa hal yang (mungkin) tidak dapat dimengerti orang lain, salah satunya seperti betapa mudahnya kamu mengeluarkan air mata kepada hal yang sepele, hal yang kecil, hal yang dimata orang lain terlihat tidak begitu layak ditangisi. Itu hanya karena mereka tidak mengerti. Percayalah... Itu bukan sesuatu hal yang terlihat seakan kamu lemah atau aneh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kamu terlalu sering mengeluh. Kebanyakan dari mereka berbicara tentangmu hanya dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka rasakan. Tenanglah.. Untuk setiap kekuatan yang kau punya, untuk setiap perjuangan hidup yang kau jalani, untuk setiap rasa sakit karena pernah dikecewakan, untuk setiap keadaan yang terkadang membuat kamu dan aku ada diposisi paling bawah, sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang sungguh luar biasa untuk hidup kamu dan aku. Untuk setiap tetes air mata yang terjatuh, setiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya, itu semua akan terjawab. Terjawab sesuai dengan waktu-Nya. Mungkin terasa lama bagi kita, namun nikmatilah setiap pekerjaan tangan Tuhan yang selalu hadir setiap hari dalam hidup kita :')
Tahukah sahabat, aku selalu bersyukur dengan adanya dirimu pada lingkungan yang tidak begitu nyaman untuk dilalui setiap hari. Kehadiranmu dalam hidupku yang sekarang, seolah menjadi jawaban dari pertanyaanku pada Tuhan beberapa tahun yang lalu. Aku pernah dikecewakan oleh seseorang yang (dulu) aku sebut sahabat. Sempat aku tidak mempercayai lagi hal itu. Namun dengan hebatnya, Kuasa Tuhan menempatkan kamu untuk menjadi bagian dalam hidupku. Itu menyadarkan aku bahwa ditengah banyaknya kemunafikan pada setiap orang di dunia ini, ternyata masih ada kamu yang telah Tuhan persiapkan untuk menjadi sahabatku.

Maaf untuk setiap sikap dariku yang pernah membuatmu merasa terganggu.
Maaf untuk setiap perselisihan yang pernah terjadi diantara kita.
Betapa aku tak mampu berhenti bersyukur kepada Tuhan, karena kamu masih ada disampingku ketika keadaannya sulit untuk aku hadapi. Kamu mampu menjadi salah satu yang membangkitkan semangatku.
Terima kasih karena kamu selalu mengingatkan aku bahwa aku mampu melakukan sesuatu yang aku rasa tak mampu aku lakukan.



Untuk setiap gelak tawa yang menghiasi hariku karena canda kita. Mungkin tak ada yang bisa membayarnya dengan materi berlimpah seperti yang kebanyakan orang punya. Mempunyai kamu sebagai orang yang bisa aku percaya setelah keluarga, sudah lebih dari hal yang disebut bahagia. Terima kasih kamu juga menjadi salah satu yang membuatku tersenyum ketika yang lain lebih sering membuatku menitikkan air mata.


Aku sadar, bisa saja akan ada hal-hal yang suatu saat membuat kita agak berjauhan karena suatu masalah kecil nantinya.
Jessica Patricia, ketahuilah.. Sebelum masalah itu muncul dan membuat kita saling berjauhan, selalu ada kata maaf yang (mungkin) tak dapat kau dengar bersuara dalam hatiku. Maaf dari lubuk hatiku yang terdalam untuk sesuatu yang mungkin suatu saat nanti akan mengecewakanmu. Sungguh aku tak ingin hal itu terjadi. Sedikitpun. Aku selalu berusaha untuk tidak menjadi 'mereka' yang pernah mengecewakanmu, dan menggunakan kepercayaan yang kau berikan padaku menjadi sia-sia.

Terima kasih Tuhan.. Melalui Miss Fitri dan Jessica Patricia, Kau membuat hari ini penuh dengan keajaiban yang berdampak besar berkatnya untukku. Semoga mereka yang membacanya juga merasakan hal itu :)


No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...