Thursday, December 12, 2013

Hey! Double Twelve.

 
Hey! Selamat satu tahun! Sekarang genap satu tahun tempat ini menjadi sesuatu yang kupercayakan untuk diisi hal - hal dari jejak hidup yang aku alami. Aku mulai memberanikan diri untuk mengetahui hal baru bukan hanya untuk berbagi segala aktivitasku dijejaring sosial. Tapi sebuah tulisan. Yang tak semua orang mungkin dapat mengerti, terlebih lagi memahami. Aku menjadikan ini, suatu tempat untuk aku menaruh karya yang pantas tercantum pada setiap kata. Aku menulis, karena jiwaku selalu memanggilku ke tempat ini ketika aku ingin mengabadikan sebuah hal yang pernah terjadi dalam hidupku. Sebuah awal, sebuah perjuangan, sebuah akhir, sebuah ucapan syukur, rasa kehilangan, dan untuk hal yang sampai sekarang mungkin belum aku temukan lagi. Terima kasih telah menjadi yang setia untukku berbagi cerita. Meski kadang aku pernah lama meninggalkan halaman demi halaman untuk menaruh kata, percayalah disetiap layar yang berbeda kamu selalu ada. Selamat ulang tahun yang pertama, blog! :')

Hey! Aku rindu untuk mensyukuri suatu hal pada halaman ini. Terutama pada setiap tanggal yang selalu kuperhatikan. Malam ini, ada setumpuk ucapan syukur yang telah aku panjatkan pada Tuhan. Tepat satu bulan yang lalu aku sungguh terpuruk akan satu hal yang selalu saja menjadi alasanku untuk tidak melepaskan. Aku belum percaya akan mampu berdiri ditanggal ini dengan rasa yang berbeda. Aku memberanikan diri untuk coba melepaskan hal yang selalu aku sayangi dan hargai setiap detik kebersamaan dengannya. Tapi mungkin tepat satu bulan yang lalu Tuhan sengaja memberikan kenyataan yang tidak sesuai dengan harapan dan doaku. Agar aku benar-benar mengikhlaskan sesuatu yang tercipta bukan untuk menjadi kepunyaanku. Tuhan pernah menitipkan salah satu ciptaan-Nya yang ternyata telah berjalan terlalu jauh dihatiku. Terlalu lama untuk tinggal di sampingku. Aku pernah berkali-kali kehilangan, namun berkali-kali pula mendapatkannya kembali. Aku pernah berusaha untuk selalu pergi dengan menahan semua rasa sakit yang bertubi, tapi ternyata dia masih mencari. Dan aku terlalu lemah untuk tidak peduli akan rintihan suaranya yang menjerit agar aku kembali. Tapi setelah tepat satu bulan yang lalu aku benar-benar melepaskan, ia pun tidak mencari lagi bahkan sampai detik ini. Aku pernah memohon dengan bulir air mata yang menghiasi wajah ini kepadanya, agar jangan pernah datang kembali untuk memberi pesan apalagi berdiri dihadapanku dengan sengaja karena rindu terlalu egois untuk memaksanya menemuiku. Jangan. Aku menangis dengan rintihan yang pelan dan itu membuat air matanya turut pecah. Maaf...... Maaf untuk perpisahan yang selalu menjadi doa untuk masing-masing dari kita agar tidak terjadi lagi.

Hey! Ternyata masih kamu yang menjadi topik pada ceritaku kali ini. Persis seperti satu tahun yang lalu. Tapi tenanglah, aku akan tetap menepati janji yang pernah aku ucapkan. Aku tidak akan sama sekali mengganggu kamu yang selalu membukakan pintu untukku. Kamu selalu bilang bahwa pintu untukku akan selalu terbuka dalam hidupmu. Maka dari itulah aku enggan untuk menghancurkan usaha kerasmu untuk setidaknya mampu membiasakan diri tanpa kehadiranku. Kita pernah bahkan sering mengalami ini bukan? Jadi kurasa kamu pasti akan semakin kuat ketika harus kehilangan orang yang sama lagi dan lagi.

Hey! Setelah satu tahun berlalu dengan keadaan yang jauh berbeda, aku merasakan kuasa sang Pencipta pada tiap peran dalam hidupku. Setiap kali aku belajar untk mengikhlaskan sesuatu yang harus pergi, aku selalu mendapati rencana indah di balik kejadian itu. Meski waktu seakan terasa begitu lambat berjalan agar aku sampai tujuan. Kelegaan. Baik dari doa yang terjawab maupun doa yang tidak terwujud. Tidak terwujud pun aku tahu karena Tuhan telah menyiapkan hal yang jauh lebih indah di balik doaku. Seerat apapun aku menggenggam, akan lepas juga dirinya dari usahaku bertahan karena memang bukan aku yang diciptakan untuk mendampinginya. Setulus apapun aku mengasihi orang lain disekelilingku, akan selalu saja ada yang mencoba untuk mengkhianati. Dan Tuhan pun selalu menyadarkan aku akan hal yang terjadi dengan nyata dihidupku, agar aku dapat memilah milih mana yang pantas untuk tetap tinggal, mana yang harus ditinggal. Mana yang pantas dijaga dan mana yang harus lepaskan. Don't you feel the same feeling with me?

Hey! Ternyata pada tahun ini adalah yang paling berat ketika aku masih setia menyebut namamu dalam doa. Seperti terpintas lagi sepotong bayangan kebersamaan yang pernah kita lalui. Tapi mungkin seharusnya itu tak mengganggu usahaku yang ingin tetap maju meski tanpa kamu disampingku. Tenang dan janganlah khawatir akan tidak hadirnya namaku dalam layar ponselmu. Karna ketika aku rindu dan ingin sekali menyentuhmu dengan pelukkan, aku berbincang banyak pada Tuhan sambil memandang senyum indah wajahmu disebelahku dalam sebuah cetakan foto yang terselip rapih di dompetku. Ah, masih kamu. Ya selalu kamu.

Hey! Ini hanya sebatas tempat untukku mengungkapkan apa yang tak bisa aku katakan kepada kamu. Semoga setelah aku mengungkapkannya disini, dengan kamu membaca ataupun tidak, aku mendapati suatu kata yang jarang aku rasakan. Kelegaan.

Hey Twelve........

Entah pelukan dari foto ini bisa menguatkan kamu disana atau tidak, ada bantuan dalam doaku untukmu. Tetaplah berdiri disitu tanpa aku, sekuat mungkin. Setelah melihat ini, jangan sesekali kamu mencoba mengirim pesan dalam bentuk apapun. Kamu sudah berjanji bukan? :")


Hey Twelve........ Sampaikan padanya diluar sana yang sekarang entah bagaimana kabarnya. Aku masih menyimpan rapat segala tentang dia pada sisi manapun. Yang dapat terlihat banyak orang, sampai yang hanya dapat dipandang oleh aku dan sang  Pencipta semesta. Dari hal terpenting sampai yang teramat tidak penting. Bahkan saat wajah bodohnya yang selalu menciptakan garis pada ujung bibirku. Senyuman.

Selamat makin kuat dihari ini dan seterusnya, kamu!

God bless you...


With Love, MP♥

Monday, October 28, 2013

Tahun Pertama Bersama @Mytaaaa

It's not just about friendship. Not only about the introduction, not only about our love life, it's all about the journey in our life until we met. I'm the lucky one because God created you into this world to become my partner since a year ago. Do you remember how the first time we met? Do you remember how I opened the topic of our conversation?  Me and you almost have the same 'problem' about............... On Sunday 30th, 2012 for the first time I send  you a message via twitter to ask your contacts. Dan mulai saat itulah kita saling bertukar cerita. Mulai hari itu, dan sampai detik ini, dimana aku menuliskannya tepat satu tahun kemudian. Terima kasih untuk tahun pertama ini. You're more than a best friend @Mytaaaa. 

Our first lunch :P

Our first double date on Christmas night

Friendship isn't about you've known the longest. it's about who came, stayed by your side, and never left you when you needed someone the most.
I am lucky to have a friend like you.
We are a girl. We don't smoke, we don't drink, or party every wekeend. And one of important thing is we don't START DRAMA to get attention. But yes, we do still exist :))


No matter how badly people break you, never drop down to their level, just know you are better and walk away.

Friendship is a million little things.




Thank you for staying with me since a year ago


I never let my best friend do something stupid, alone!
Dan yang paling penting untuk saat ini adalah................... MOVE ON! MOVE ON @Mytaaaa MOVE ON! YUK! #KemudianDitamparKenangan


See you Zulfah Nurhanni Zulaimyta! God bless our friendship :3


With Love, MP♥

Inilah Aku Saat Kamu Tak Ada.

Inilah aku saat kamu tak ada. 

Ada kesedihan mendalam saat aku dipaksa untuk merelakan kamu yang saat ini dimiliki.

Aku seperti tertikam benda tajam yang sengaja menggores luka untuk ragaku.

Ternyata usahaku untuk merelakan kamu sejauh ini belum tuntas. Dan melihat senyum bahagiamu untuk yang lain membuat hati ini semakin pedih. Aku pernah berjanji, untuk selalu menciptakan tawa pada harimu. Untuk menghapus luka dalam hatimu. Tapi justru kini aku tak berdaya untuk lakukan itu. Karna akulah yang menghancurkan harapan besarmu padaku. Hingga saat ini kamu melangkahkan kaki untuk pergi, bahkan tanpa permisi.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Kepahitan yang harus aku terima ternyata semakin jelas rasanya.

Karena tanpa kamu. tak ada yang manis bisa kurasa.

Senyum wajahmu yang biasanya selalu meluluhkan amarahku, kini hanya bisa dipandang olehnya. Sentuhan lembut dari jemarimu yang sanggup menahan egoku, kini tak ada lagi. Tak ada lagi tatapan penuh kasih yang tulus untuk meyakinkan aku memang layak memiliki kamu.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Aku kehilangan separuh alasanku untuk menjalani hidup ini. Atau mungkin seluruhnya. Aku kehilangan tujuan untuk meraih masa depan. Karna masa depanku kini tlah disinggahi yang lain. Itu karena aku, yang pernah tidak menahan kepergianmu.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Aku kini seperti puisi yang kehilangan kata, tak ada artinya.

Rapuh melihatmu bersama dia. Ketika sekelilingku mencoba untuk memberi semangat, rasanya tak akan membara seperti yang kamu buat.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Hanya mampu mendatangi tempat yang pernah kita lalui, sendiri.

Aku seperti jiwa yang tak berkawan pada pencipta. Hanya mengharapkan kamu sang bahagia, mendapati aku berdiri disini penuh luka.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Aku pernah bersinggah pada hati yang kukira memberi kenyamanan. Namun ternyata itu semakin membuatku melihat bayanganmu begitu jelas. Aku keliru. Ternyata semenjak kepergianmu, aku mencari sosok yang seperti kamu. Tanpa pernah aku mau sadari bahwa takkan pernah kutemui lagi yang seindah kamu.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Penuh derita.

Inilah aku saat kamu tak ada.

Terus melawan logika bahwa aku mampu menjalani hari tanpa kamu. Dengan melewati getir dan pahit diawalnya.

You are a very meaningful lesson. You are the truth ever taught me many things. You are wonderful memories that gives me the awareness, that I should keep and grateful for your presence in my life.


Kamu adalah sesuatu yang selamanya akan selalu memberikan aku pelajaran. Untuk saat ini, biarlah aku masih setia untuk selalu mendekap bayangmu dalam benakku.


With Love, MP♥

Thursday, May 30, 2013

Happy 21st Yosua Rendi!



Dear friend....
 
Selamat untuk usia ke-21 yang saat ini baru saja kau rasakan. Pada setiap doa, ucapan serta harapan dari orang-orang di sekelilingmu, kuharap semua yang mereka ucapkan dalam harapan terbaik untuk hidupmu, selalu ada amin yang mengikutinya di akhir.

Happy Birthday to you, Yosua Rendi! :)
I know you are one of the good friends of many people in this world. Although we are not a best friend in the class, but I know you're good enough to be called a good man. I like how you assume something, not just from one side. For 2 years we know each other, I never found the things that made me think you're a freak human or bad boy. I hope it's not wrong :P


Ren! Untuk setiap kata yang mungkin terlihat berlebihan, itu bukan hal yang disengaja. Tapi memang benar begitu adanya. Bukan hanya aku yang merasa kau adalah teman yang baik, teman-teman di kelas pun pasti juga merasakan hal yang sama. Candaan ringan dan genre musik yang kau sukai memang memancarkan kepribadianmu. Memang kita bukan sahabat di kelas, tapi sesekali berbicara denganmu adalah hal yang sungguh menyenangkan. Kau mampu membuat orang di sekelilingmu merasa nyaman ketika ada di dekatmu. Pria yang baik. Kurasa itu benar.

Doa untuk teman sekelas yang baik..
Semoga dengan bertambahnya umurmu menjadi 21 tepat pada hari ini, kau semakin diberkati oleh-Nya. Semakin menjadi pribadi yang bijaksana dan semakin menjadi berkat bagi banyak orang di sekelilingmu. Sayangi dan jagalah keluarga serta teman-temanmu dengan baik, semoga kebutuhan rohanimu di dalam Yesus selalu bertambah setiap hari. Sukses untuk kuliah serta masa depan setelah lulus dengan tepat waktu. Tetaplah setia dalam melayani Tuhan, wishing you a very happy birthday. May your all wishes becomes true on your special day! :)

Tuesday, May 28, 2013

Syukurku Pada Kuasa Tuhan.

Hari ini aku berangkat pagi hari seperti biasa diiringi rasa kantuk yang teramat menguasai ragaku. Kusemangati diri ini dengan sedikit rasa lemas yang masih menggelayuti tubuhku. Setelah rapih dan siap untuk berangkat kuliah, diperjalanan menuju kampus aku selalu beroda agar aku sampai dengan selamat kemanapun tujuanku pada hari ini. Dan aku juga meminta agar Tuhan menguatkan aku untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi pada hari ini... ".....Tuhan, aku tidak meminta Engkau untuk memberi kemudahan pada setiap perjalanan hidupku, namun kuatkanlah aku untuk menghadapi hari yang baru setiap aku melihat pagi". Teriangat akan kemarin malam pada malam Selasa ketika aku memang benar sedang dalam keadaan hati yang hampa, seorang sahabatku mengirimkan sebuah pesan singkat melalui BBM agar aku segera mencari lagu rohani berjudul Tuhan Yesus Setia - Maria Shandi. Lalu aku mendengar kan lagu itu sepanjang malam hingga dalam perjalanan menuju kampus pun aku terus mendengarkan lagu itu. Sungguh menguatkan. Mengingatkan aku bahwa tak ada yang hampa ketika merasa bahwa aku sedang berjuang sendiri di dunia ini karena masih ada Tuhan Yesus yang setia. Aku seperti mendapat energi positif yang lebih pada pagi hari ini melalui sebuah lagu yang diberikan oleh Tuhan melalui sahabat terbaikku di tempat kuliah.

Pada mata kuliah pertama di kampus pagi ini, aku mendapat bahasan soal motivasi. Miss Fitri sebagai dosen yang mengajar  pada mata kuliah supervisory mampu membuat air mataku terjatuh ketika ia memperagakan suatu motivasi yang membangkitkan semangat pada dirinya saat ia juga masih duduk di bangku kuliah sepertiku dan teman-temanku sekarang. "I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.. I'm successful.." Beliau mengulang kata itu berkali-kali sambil meletakkan tangan kirinya di dada dan mengepal tangannya yang sebelah kanan seperti sedang memperjuangkan sesuatu untuk mencapai tujuan. "Ketika kita berfikir positif dan banyak mengatakan hal baik, maka itulah yang akan terjadi. Karena sesungguhnya yang mampu memotivasi diri kita untuk MAMPU melakukan sesuatu hal yang kita impikan, datangnya dari dalam diri kita sendiri. Ubah cara berfikir kita ketika keadaannya sakit sekalipun. Pasti bisa!! Bisa untuk dilalui." Entah aku yang begitu aneh karena terlalu mudah terharu pada suatu hal kecil atau..... Entahlah. Aku meneteskan air mata pada saat itu. Dan hanya beliau yang menyadarinya karena teman-teman yang lain fokus memperhatikan beliau di depan kelas.

Dan setelah membahas soal motivasi, Miss Fitri memberikan tugas kepada mahasiswa/i untuk menuliskan tentang beberapa kelebihan dan kekurangan satu atau dua orang teman sekelas kami. Dan tanpa berfikr panjang pula, aku sudah tahu sebuah nama yang akan aku tuliskan pada lembar kertas ini. Setelah dikumpulkan lembaran kertas itu, ternyata semua isi yang tertulis dibacakan oleh dosen kami. Dan setelah dibacakan, aku melihat air matanya terjatuh membasahi pipi sahabatku. Jessica Patricia.

Mengapa harus namanya? Mungkin ada yang bertanya seperti itu. Mungkin.
Aku menuliskan nama, kelebihan, serta kekurangan bahkan saran untuknya dengan lancar tanpa aku merasa kebingungan hal apa yang harus aku tuliskan tentangnya. Seolah aku memang mengenalnya sejak lama.

Jessica Patricia. Satu - satunya yang aku percaya sebagai orang yang paling bisa mengerti diriku (hampir) seperti aku mengenal diriku sendiri di kampus adalah kamu. Satu - satunya bagiku yang mampu menjadi tempat berbagi suka dan duka setelah keluargaku, kamu. Satu - satunya perempuan yang dimata banyak orang adalah gadis yang masih terlihat seperti anak kecil tingkahnya, namun tidak dalam pandanganku. Ada beberapa hal yang (mungkin) tidak dapat dimengerti orang lain, salah satunya seperti betapa mudahnya kamu mengeluarkan air mata kepada hal yang sepele, hal yang kecil, hal yang dimata orang lain terlihat tidak begitu layak ditangisi. Itu hanya karena mereka tidak mengerti. Percayalah... Itu bukan sesuatu hal yang terlihat seakan kamu lemah atau aneh. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kamu terlalu sering mengeluh. Kebanyakan dari mereka berbicara tentangmu hanya dari apa yang mereka lihat, bukan dari apa yang mereka rasakan. Tenanglah.. Untuk setiap kekuatan yang kau punya, untuk setiap perjuangan hidup yang kau jalani, untuk setiap rasa sakit karena pernah dikecewakan, untuk setiap keadaan yang terkadang membuat kamu dan aku ada diposisi paling bawah, sesungguhnya Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang sungguh luar biasa untuk hidup kamu dan aku. Untuk setiap tetes air mata yang terjatuh, setiap doa yang dipanjatkan kepada-Nya, itu semua akan terjawab. Terjawab sesuai dengan waktu-Nya. Mungkin terasa lama bagi kita, namun nikmatilah setiap pekerjaan tangan Tuhan yang selalu hadir setiap hari dalam hidup kita :')
Tahukah sahabat, aku selalu bersyukur dengan adanya dirimu pada lingkungan yang tidak begitu nyaman untuk dilalui setiap hari. Kehadiranmu dalam hidupku yang sekarang, seolah menjadi jawaban dari pertanyaanku pada Tuhan beberapa tahun yang lalu. Aku pernah dikecewakan oleh seseorang yang (dulu) aku sebut sahabat. Sempat aku tidak mempercayai lagi hal itu. Namun dengan hebatnya, Kuasa Tuhan menempatkan kamu untuk menjadi bagian dalam hidupku. Itu menyadarkan aku bahwa ditengah banyaknya kemunafikan pada setiap orang di dunia ini, ternyata masih ada kamu yang telah Tuhan persiapkan untuk menjadi sahabatku.

Maaf untuk setiap sikap dariku yang pernah membuatmu merasa terganggu.
Maaf untuk setiap perselisihan yang pernah terjadi diantara kita.
Betapa aku tak mampu berhenti bersyukur kepada Tuhan, karena kamu masih ada disampingku ketika keadaannya sulit untuk aku hadapi. Kamu mampu menjadi salah satu yang membangkitkan semangatku.
Terima kasih karena kamu selalu mengingatkan aku bahwa aku mampu melakukan sesuatu yang aku rasa tak mampu aku lakukan.



Untuk setiap gelak tawa yang menghiasi hariku karena canda kita. Mungkin tak ada yang bisa membayarnya dengan materi berlimpah seperti yang kebanyakan orang punya. Mempunyai kamu sebagai orang yang bisa aku percaya setelah keluarga, sudah lebih dari hal yang disebut bahagia. Terima kasih kamu juga menjadi salah satu yang membuatku tersenyum ketika yang lain lebih sering membuatku menitikkan air mata.


Aku sadar, bisa saja akan ada hal-hal yang suatu saat membuat kita agak berjauhan karena suatu masalah kecil nantinya.
Jessica Patricia, ketahuilah.. Sebelum masalah itu muncul dan membuat kita saling berjauhan, selalu ada kata maaf yang (mungkin) tak dapat kau dengar bersuara dalam hatiku. Maaf dari lubuk hatiku yang terdalam untuk sesuatu yang mungkin suatu saat nanti akan mengecewakanmu. Sungguh aku tak ingin hal itu terjadi. Sedikitpun. Aku selalu berusaha untuk tidak menjadi 'mereka' yang pernah mengecewakanmu, dan menggunakan kepercayaan yang kau berikan padaku menjadi sia-sia.

Terima kasih Tuhan.. Melalui Miss Fitri dan Jessica Patricia, Kau membuat hari ini penuh dengan keajaiban yang berdampak besar berkatnya untukku. Semoga mereka yang membacanya juga merasakan hal itu :)


Saturday, May 25, 2013

.....


"Jika saatnya tiba untuk kita tak lagi bersama, jangan lagi kau cari aku. Karna kau pasti tahu alasannya.. Ketika kamu datang kembali, aku tak mampu untuk menolak kedatanganmu untuk kesekian kali. Dan pada saat itulah rasa sakit untuk yang pernah kau beri akan terjadi lagi.."

    Untuk beberapa waktu yang telah berlalu, aku masih mengingat percakapan kita yang sangat singkat. Ditengah waktu saat kamu dapat meluangkan sedikit waktumu usai bertugas. Melepas rindu karna tak banyak waktu untuk bertemu, bertukar cerita dengan tawa, mencoba untuk saling mengerti akan waktu yang terus berjalan, waktu seolah tanpa henti menghabiskan waktu kita berdua. Entah seperti ada sesuatu yang terasa sangat kuat pada masing-masing dari kita untuk tidak saling melepaskan genggaman tangan ini. "Kamulah tujuanku... Masa depanku..".

 Aku seperti tak pernah mendengar kata-kata itu sebelumnya.. Karna begitu sulit untuk bisa ada dihadapanmu seperti saat ini. Untuk beberapa hal yang lebih penting kamu harus selesaikan, dibanding harus menemuiku saat rindu ini begitu menggebu. Dan ketika kamu mengatakan hal itu... Entah mengapa hanya hatiku yang mampu mengindahkannya, namun lidahku berkata "Ketika kamu pergi, aku mohon jangan pernah kembali. Hati ini tak akan pernah mampu kehilanganmu untuk kesekian kali..."


   Kita sempat membicarakan hal saat kita saling kehilangan nanti, apakah yang akan terjadi? Mungkin kamu tak pernah mengindahkan pertanyaanku dengan jawaban yang membuatku yakin, bahwa kamu tak akan melakukan itu. Kamu memberi janji yang tak bisa kau tepati. Kamu meyakinkan aku tanpa bukti. Kamu menyakiti hati ini, namun menerima maaf serta kesempatan berulang kali dari orang yang selalu kamu sakiti. Ya, aku yang selalu kamu sakiti.

   Aku menguatkan diriku sendiri saat itu. Berusaha yakin bahwa kamu tak akan pergi. Menyemangati diri untuk menjadi lebih kuat saat hari berganti. Menghapus air mata ini juga tanpa sentuhan tanganmu.. Lagi-lagi aku menangis tanpa kau tahu. Aku menangis di belakangmu karna tak ingin menjadi beban dalam harimu. Tak sedikitpun ingin menimbulkan khawatir karena memikirkan aku yang sebenarnya begitu lemah saat kau tak ada.

 Pada setiap permintaanmu agar aku mengerti kesibukanmu, awalnya aku tak mampu. Namun aku mulai belajar untuk mengerti, akhirnya aku mampu untuk memahami. Kamu tersenyum.
Untuk setiap lelahmu karena tugas di luar sana, kamu meminta lagi pengertianku. Aku coba (lagi) belajar untuk lebih mengerti kamu lebih dari kemarin. Dan senyum diwajahmu semakin cerah.
Untuk setiap lupa yang kau katakan ketika membuat janji denganku, untuk setiap lupa dari ingatanmu tentang kita, untuk setiap terlambat darimu dalam segala hal yang kesekian kali, lagi-lagi kamu menagih pengertian dariku yang entah sudah berapa banyak kau terima.

Kamu selalu menagih pengertianku tanpa pernah memikirkan bahwa pengertian itu bisa saja aku hentikan. Kamu menuntut pengertian dariku yang tak pernah bisa kau coba lakukan untukku. Kamu menamparku dengan kata-kata yang seolah membuatku tak pernah memahamimu. Setelah aku berdiam dalam gelapnya hari-hari ini tanpa menyelesaikan apa yang seharusnya dituntaskan denganmu, aku tersadar. Aku selama ini memperjuangkan hubungan kita, sendiri. Aku memahami segala yang tak bisa kau penuhi. Tak bisa kau penuhi apa yang dibutuhkan oleh hubungan ini. Kamu tak menyeimbangkan apa yang seharusnya kau imbangi. Kamu tak menuntaskan apa yang menjadi tanggung jawabmu pada hubungan ini. Ada yang kamu tidak mengerti saat ini, dan kamu tak pernah ada keinginan untuk belajar mengerti..

Saat ini kamu harus tahu bahwa aku tak ingin lagi hati ini terus mengerti. Aku tak ingin hati ini semakin tersakiti. Maka aku belajar (lagi) untuk melakukan hal yang awalnya aku mampu lakukan tanpa perlu belajar. Awalnya aku belajar mengerti karena kamu yang menjadi alasannya. Dan dengan alasan yang sama pula aku belajar untuk berhenti mengerti. Aku harap kamu mampu menerima ketidak pengertianku yang selalu kau gunakan semaumu dan baru saja akan kau rasakan nanti, saat aku sudah tak ada lagi. Sayang, ketika kepergianku ternyata menyakitkan untukmu, nikmatilah. Aku pernah merasakan itu. Ketika ketidakberadaanku ternyata menyadarkanmu bahwa kepedulianku untuk mengerti kamu adalah hal yang perlu kau pelajari, belajarlah untuk mengerti, bahwa yang mengerti kamu seperti aku (mungkin) akan sulit kau temukan. Aku dalam sosok berbeda itu akan datang, ketika kamu mampu belajar untuk memahami semua hal yang kau sia-siakan.


    Kamu memilih pergi karna aku berhenti peduli, tak apa. Karna seharusnya dalam hubungan ini bukan hanya aku yang banyak belajar. Akan ada saatnya kamu tersadar, pergi tanpa menuntaskan masalah dalam hubungan kita adalah suatu hal yang salah. Lepas tangan pada sesuatu yang kau awali dengan baik dan kau akhiri dengan tragis, akan terus membayangi harimu tanpa henti. Tuntaskanlah apa yang belum kau selesaikan. Tapi ketika kamu terlambat untuk datang menuntaskan masalahmu pada hubungan kita yang dulu, dan kamu mendapati aku telah menemukan sosok yang baru, sekali lagi aku beritahu padamu... "Belajarlah untuk mengerti hal yang selalu kau sepelekan nilainya.." Terkadang apa yang tak berarti bagimu, adalah hal yang mati-matian dipelajari oleh orang kuat di luar sana.


   When you leave without finishing your problem with me, never dreamed there would be a chance for you to complete the problem. When you leave me without obvious reason, don't expect too much I will receive you back, because I still love you so much. I wouldn't do it even if I wanted to. If you leave me when I still in love with you, don't ever bring that love back to me. Because I would never ask for it back. Keep it. Or if you're able to get rid of love that I give, do itI'm not going back to you, even if I wanted to. I'm not going back to you, although it hurts for me. I'm not going back to you, although you asked me back in your life with tears on your face. Because I know....



When I receive you to come back, there will always be a farewell that we don't know when the time will come.


 With Love, MP♥

Sunday, April 7, 2013

Ketika Semuanya Harus Berakhir.



Kata-kata ini dapat terbentuk, salah satunya karna malam ini aku ditemani oleh Depapepe - Wedding Bell.

 Aku menuliskan ini atas izinmu, aku pernah menjanjikan sesuatu pada mereka yang selalu bertanya tentang kita. Karena sulit untuk dijelaskan satu persatu secara langsung, biarlah aku menuliskan sesuatu, Ketika Semuanya Harus Berakhir. Saat hati ingin kamu tetap tinggal, namun logika menyadarkan aku agar sesegera mungkin melangkahkan kaki beranjak pergi.

Masih teringat betul bagaimana kamu berusaha mencegahku untuk mengambil keputusan yang masing-masing dari kita tahu, bahwa itu jalan terbaik namun sungguh menyakitkan jika dilakukan. Masih teringat jelas dalam bayangan bagaimana khawatirnya sosok kamu yang tidak ingin harinya dihiasi tanpa aku.  Semua masih teringat jelas bagaimana itu terasa menyakitkan, saat aku mulai kelelahan atas sikapmu. Saat aku mulai enggan untuk berbicara banyak hal agar kamu menyadari apa yang membuatku diam dan tak berusaha menjelaskan. 


Singkat cerita…..


Saat itu kamu sudah mulai aktif untuk melakukan pekerjaanmu, melakukan tugasmu sebagai anak Negara, aku mulai merasa itu adalah yang terpenting bagimu saat ini. Menomor-sekiankan aku yang (pernah) menjadi prioritas utama bagimu. Aku masih mengerti dan selalu berusaha untuk seperti itu. Setiap kali kamu mulai lupa untuk yang kesekian kalinya memberikan kabar, untuk yang kesekian kalinya kamu lupa akan hal kecil hingga hal penting tentang kita. Ya. Mungkin kini sudah tidak begitu berati untukmu. Lain denganku yang masih menganggap kamu sama seperti kamu yang kukenal saat dulu. Mungkin juga aku yang belum dapat berfikir dewasa, atau belum bisa menerima kenyataan bahwa kamu kini bukan lagi kamu yang kukenal saat perrtama kali bertemu. Aku tahu manusia akan berubah seiring berjalannya waktu, aku tahu kamu kini sudah berdiri di atas kesuksessan yang telah kau raih. Namun tidakkah kau ingat sedikit tentang apa yang pernah menjadi komitmen dalam hubungan kita? Iya. Mungkin ini pertanyaan bodoh yang terintas dariku untukmu..

Saat aku mulai lelah akan sikapmu yang enggan menyeimbangkan usahaku, tak ada lagi tempat aku bersandar untuk beristirahat. Segala macam cara telah kucoba untuk membuat masalah yang sedang menimpa kita berlalu. Sampai pada akhirnya (lagi-lagi) kamu lupa akan hal kecil yang sesungguhnya mempunyai peran penting pada hubungan kita. Hal kecil yang sesungguhnya adalah nyawa pada setiap hubungan. Komunikasi. Aku memilih untuk diam dan tidak menjelaskan bahkan menggubris apa yang telah kamu katakan. Hingga akhirnya kamu mengambil keputusan untuk memasukkan orang ketiga dalam masalah yang sedang bergelut dalam hubungan kita. Agar aku merespon apa yang kau lakukan, begitukah caramu menyelesaikan masalah? Agar kamu dapat penjelasan dariku atas apa yang menjadi masalah dalam hubungan kita, begitukah caramu dengan menghampiri yang lain? Serendah itukah caramu berfikir untuk menyelesaikan masalah? Tidak bisakah kamu melakukan hal yang lebih pantas? Begitu banyak pertanyaan yang terlintas dalam benakku. Terlihat jelas bahwa kejadian tepat delapan belas hari yang lalu. Aku menghubungimu melalui telepon untuk menanyakan hal itu. Dan kamu hanya menjawabnya dengan kalimat “Aku lakuin itu, karna aku tau kamu pasti kasih respon.”  Oh Damn!

Dear.. Where’s your brain? Why are you like this? Is your brain can’t used anymore? Your explanation made me suffer.  I asked you to meet with me, but you didn’t do that. I tried to suppress my sense of self-centered, so that the situation becomes conducive. But you didn’t support it. So…. This is a decision that I took. It’s your choice dude, so don’t blame me :)

Kamu yang memilih untuk tidak menemuiku saat masalah ini sudah berada dalam posisi yang kritis. Sekali lagi aku katakan. Kritis. Kau selalu tahu bahwa ketika kamu berusaha menemuiku, tak peduli saat keadaannya sedang memanas atau tidak, itu selalu meluluhkanku. Meluluhkanku untuk tidak sesegera mungkin mengakhiri rasa lelahku mempertahankanmu. Pernah aku katakan padamu bukan, bahwa pada saat aku masih banyak bicara untuk mengingatkanmu, menjelaskan masalah yang ada, memberikan alasan mengapa harus begini dan begitu, itu tandanya aku masih peduli, pada apa yang disebut dengan KITA. Tetapi kali ini, tepatnya pada delapan belas hari yang lalu, semuanya begitu jelas menyiksaku. Hingga untuk berkata dengan suarapun aku sudah tak mampu. Bukan rasa kecewa lagi yang telah kau buat, tapi siksaan. Kau menyiksaku dengan teramat sangat. Salah jika kamu mengira aku ingin mengakhiri ini karna tidak menyayangimu seperti hari-hari sebelumnya. Justru karna kamu tahu betul, betapa kamu sungguh aku sayangi, sekalipun yang telah kamu lakukan itu sungguh mengiris hati.

Ada alasan lain pula yang begitu berperan sangat penting dalam berakhirnya hubungan ini. Kita sadar akan hal yang menghalangi tujuan kita selama empat tahun menjalani hubungan bersama. Kita tahu ada yang tidak dapat dipersatukan disini, logika  terus berjalan, banyak suara dari mulut yang mengambil alih atas apa yang kita jalani, tapi karena hati masing-masing dari kita terlalu besar keinginannya untuk tidak saling melepaskan, maka kita terus berjalan. Hingga rasa ini semakin mendalam. Ada beberapa hati yang terluka akan keputusan ini, ada kedua orang tua yang mengkhawatirkan masing-masing dari kita menginggalkan apa yang sudah menjadi kepercayaan dan keyakinan sejak dilahirkan.  Kita memilih untuk tetap berjalan di atas perbedaan yang semakin hari semakin berat untuk dijalankan. Tetapi begitu menyiksa pula untuk saling melepaskan, saat hati masih ingin tetap tinggal. Saat tangan ini masih ingin untuk tetap dapat menyentuhnya, ketika keraguan untuk bertahan mulai datang. Ini terlalu menyiksa.. Tapi kita menikmatinya.

Namun setelah perpisahan ini menjadi keputusanku dan menjadi pilihanmu, ada pertemuan yang seharusnnya tidak terjadi. Ada sesuatu yang berbeda justru ketika kita sudah tidak bersama-sama lagi. Aku melihat bagaimana kamu tidak merelakan apa yang telah terjadi, aku melihat ada tatapan yang ingin agar aku tetap tinggal, aku melihat dan mendengar ada doa yang terucap dari bibirmu, aku melihat ada tangan yang menggenggamku dalam doa. Aku melihat ada harapan yang kamu ingin katakan namun begitu sulit diungkapkan. Saling menguatkan satu sama lain dalam keadaan seperti ini sungguh tak ingin aku rasakan. Ada beberapa kali pernyataan bahwa satu sama lain masih saling sulit untuk meninggalkan. Tak tahu apa yang akan terjadi ketika tak ada lagi sosoknya dihati, begitu juga sosok diriku diharinya. Namun semua ini harus tetap berjalan. Melangkahkan kaki ke depan membuat cerita baru, aku tahu akan ada pertemuan-pertemuan selanjutnya setelah ini. namun pasti keadaannya akan berbeda. Bukan seperti yang sekarang masing-masing dari kita sedang lakukan. Mungkin akan ada pertemuan selanjutnya dimana kita sudah tidak sama sekali ingin melanjutkan apa yang sudah berakhir. Mungkin akan ada perjumpaan yang tidak kita duga kapan waktunya tiba, saat salah satu dari kita masih memiliki rasa sayang yang sama atau justru sebaliknya.

Aku selalu yakin dan percaya dalam Tuhan, atas semua yang sudah, maupun yang akan kita lalui adalah proses menuju suatu pembentukkan hidup yang jauh lebih baik. Menikmati sulitnya membangun sesuatu yang telah hancur, berusaha sendiri menghiasi hari yang (sementara) sepi, mengobati hati yang dilukai dan mendamaikan semua yang telah dikecewakan mungkin akan terasa pahit diawal. Namun tidak berarti itu menjadi sesuatu, yang tidak mungkin bisa dilewati. Percayalah selalu ada pintu yang terbuka agar kamu dapat terus melangkah. Saat kamu teringat akan aku, kamu tidak perlu melangkahkan kakimu mundur ke belakang hanya untuk memastikan bahwa kenangan yang tertinggal masih baik-baik saja. Atau bahkan mundur ke belakang untuk memperbaiki apa yang telah terpisahkan. From the bottom of my heart.. Kamu tidak perlu melakukan itu, karena akupun akan melakukan hal yang sama meskipun begitu berat melangkahkan kaki ke depan tanpa kamu. Jika kamu sudah terbiasa untuk kehadiranku dalam hidupmu, pastinya kamu juga bisa untuk terbiasa dengan tidak adanya aku dihari-harimu yang baru.

Akan selalu ada cerita selanjutnya, tidak perlu terburu-buru untuk mengakhiri cerita yang masih ingin diceritakan.. Ada beberapa cerita yang belum terselesaikan. Maukah kamu tetap menantinya dengan sabar akan cerita yang akan aku bagi kepada mereka? Persiapkanlah dirimu, karena mereka harus tahu. God bless you :)




Selamat menikmati hari yang baru untuk kamu, Ketika Semuanya Harus Berakhir.


  With Love, MP♥

Wednesday, March 27, 2013

Ciptaan Tuhan Diusia 21 Tahun

Tuhan, ini soal ciptaanMu yang sudah menginjak usia 21 tahun. Untuk pertama kalinya ia menjadi pribadi yang baru dan jauh lebih baik ketika melewati hari dimana usianya bertambah satu tahun. 

Tuhan, ini soal ciptaanMu yang sudah mengisi hariku sejak lama. Tepat pada hari ini ia sedang berulang tahun, lima kali dalam setiap tahun aku melewati hari dan bulan yang sama, tak pernah aku lupa untuk memanjatkan doa kepadaMu untuk dirinya.



Tuhan, ini soal karya yang Kau ciptakan untuk turun ke bumi. Manusia yang memiliki akal budi, pada hari ini ia akan menjalani hari yang baru pada usia yang baru pula. Izinkanlah ia dapat terus melangkah agar semakin menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan memiliki hati yang bersih sesuai ciptaanNya. Biarkanlah ia dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya, dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya, membahagiakan kedua orang tuanya serta keluarga besarnya.

Tuhan, ini soal anakMu yang akan menjalani harinya dengan melewati umur 21 tahun tepat pada hari ini. Biarkanlah aku dapat terus berdoa untuknya semakin hari semakin baik untuk pribadinya. Dalam setiap derap langkah dan hembusan nafasnya, kau salurkanlah hikmat yang sungguh luar biasa dalam hidupnya. Jauhkanlah ia dari segala marabahaya, kuatkanlah mentalnya agar tegar menjalani pekerjaannya sebagai aparat Negara, menjalani apa yang sudah menjadi pekerjaan tetapnya, dimanapun ia ditempatkan ya Tuhan, biarlah kasihMu selalu selimuti dirinya. Kau jadikanlah ia laki-laki yang bertanggung jawab dalam segala hal, agar tidak ada satupun yang dapat meremehkannya.

Kau tahu ya Tuhan, betapa aku begitu mengasihinya. Seberapa besar rasa sayangku padanya. Terima kasih sudah sejak lama Engkau menjaganya dengan baik saat ia bersamaku ataupun tidak. Saat dia bersama ciptaanMu yang lain, Kau kembalikan lagi ia untukku utuh dengan segala rasa sayangnya padaku sejak dulu. Kau tahu ya Tuhan, pada usianya hari ini, mungkin ia bukan seutuhnya milikku. Namun aku yakin dan percaya bahwa Engkau akan tetap menjaganya. Biarkanlah aku, ciptaanMu juga, dapat terus merasakan bahwa rasa sayangnya untukku akan selalu ada walau keadaannya sudah berbeda. 

Ini soal laki-laki yang Tuhan kirimkan untukku sejak empat tahun yang lalu. Tolong Kau jaga siapapun wanita yang akan mendampinginya dimasa depan.  Sediakanlah tempat terindah dihatinya. Pertemukanlah mereka pada waktu yang tepat. Sekalipun bukan aku yang mendampinginya hingga tua, aku yakin serta percaya, bahwa segala sesuatu yang sudah Tuhan persiapkan adalah lebih dari baik. Engkau selalu tahu ya Tuhan, bahwa yang terbaik untuk ciptaanMu datang tepat pada waktunya.



Tuhan.. Ini soal aku dan dia yang dihalangi oleh benteng begitu tinggi. Pada usianya yang ke 21 pada hari ini, biarlah apa yang menjadi perbedaan diantara kami dapat Engkau persatukan atau dengan cara apapun selagi itu mampu kami lewati.


Selamat menikmati usia ke-21 tahun.. Kamu! 



 With Love, MP♥

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...