Wednesday, March 27, 2013

Ciptaan Tuhan Diusia 21 Tahun

Tuhan, ini soal ciptaanMu yang sudah menginjak usia 21 tahun. Untuk pertama kalinya ia menjadi pribadi yang baru dan jauh lebih baik ketika melewati hari dimana usianya bertambah satu tahun. 

Tuhan, ini soal ciptaanMu yang sudah mengisi hariku sejak lama. Tepat pada hari ini ia sedang berulang tahun, lima kali dalam setiap tahun aku melewati hari dan bulan yang sama, tak pernah aku lupa untuk memanjatkan doa kepadaMu untuk dirinya.



Tuhan, ini soal karya yang Kau ciptakan untuk turun ke bumi. Manusia yang memiliki akal budi, pada hari ini ia akan menjalani hari yang baru pada usia yang baru pula. Izinkanlah ia dapat terus melangkah agar semakin menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan memiliki hati yang bersih sesuai ciptaanNya. Biarkanlah ia dapat menjadi berkat bagi orang-orang yang ada di sekelilingnya, dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya, membahagiakan kedua orang tuanya serta keluarga besarnya.

Tuhan, ini soal anakMu yang akan menjalani harinya dengan melewati umur 21 tahun tepat pada hari ini. Biarkanlah aku dapat terus berdoa untuknya semakin hari semakin baik untuk pribadinya. Dalam setiap derap langkah dan hembusan nafasnya, kau salurkanlah hikmat yang sungguh luar biasa dalam hidupnya. Jauhkanlah ia dari segala marabahaya, kuatkanlah mentalnya agar tegar menjalani pekerjaannya sebagai aparat Negara, menjalani apa yang sudah menjadi pekerjaan tetapnya, dimanapun ia ditempatkan ya Tuhan, biarlah kasihMu selalu selimuti dirinya. Kau jadikanlah ia laki-laki yang bertanggung jawab dalam segala hal, agar tidak ada satupun yang dapat meremehkannya.

Kau tahu ya Tuhan, betapa aku begitu mengasihinya. Seberapa besar rasa sayangku padanya. Terima kasih sudah sejak lama Engkau menjaganya dengan baik saat ia bersamaku ataupun tidak. Saat dia bersama ciptaanMu yang lain, Kau kembalikan lagi ia untukku utuh dengan segala rasa sayangnya padaku sejak dulu. Kau tahu ya Tuhan, pada usianya hari ini, mungkin ia bukan seutuhnya milikku. Namun aku yakin dan percaya bahwa Engkau akan tetap menjaganya. Biarkanlah aku, ciptaanMu juga, dapat terus merasakan bahwa rasa sayangnya untukku akan selalu ada walau keadaannya sudah berbeda. 

Ini soal laki-laki yang Tuhan kirimkan untukku sejak empat tahun yang lalu. Tolong Kau jaga siapapun wanita yang akan mendampinginya dimasa depan.  Sediakanlah tempat terindah dihatinya. Pertemukanlah mereka pada waktu yang tepat. Sekalipun bukan aku yang mendampinginya hingga tua, aku yakin serta percaya, bahwa segala sesuatu yang sudah Tuhan persiapkan adalah lebih dari baik. Engkau selalu tahu ya Tuhan, bahwa yang terbaik untuk ciptaanMu datang tepat pada waktunya.



Tuhan.. Ini soal aku dan dia yang dihalangi oleh benteng begitu tinggi. Pada usianya yang ke 21 pada hari ini, biarlah apa yang menjadi perbedaan diantara kami dapat Engkau persatukan atau dengan cara apapun selagi itu mampu kami lewati.


Selamat menikmati usia ke-21 tahun.. Kamu! 



 With Love, MP♥

Saturday, March 16, 2013

Part of My Life.




Indahnya sebuah persahabatan yang dikenal saat masih duduk di bangku sekolah, hingga saat ini, sampai detik ini masih terjalin dengan sangat baik meskipun tak menutup kemungkinan bahwa dalam persahabatan pasti ada saja suatu masalah yang timbul. Persahabatan yang melukiskan sebuah hubungan yang mengikut campurkan pengetahuan serta afeksi. Biasanya persahabatan terbentuk karna adanya kesamaaan, banyaknya waktu untuk saling bertemu dan saling bertukar cerita bahkan memecahkan suatu masalah bersama, mencarikan nasihat yang baik untuk satu sama lain. Seperti yang aku ketahui bahwa persahabatan saling menunjukan rasa saling membutuhkan, ingin memberikan yang terbaik satu sama lain, saling jujur dalam hal kecil yang sekalipun itu sensitive. Maka kebanyakan orang sejak lama juga sering mengatakan bahwa sahabat lebih berharga dari apapun terutama seorang kekasih.

Dahulu aku termasuk orang yang tidak begitu percaya bahwa persahabatan itu seindah yang orang-orang katakan. Namun seiring berjalannya waktu, aku memiliki beberpa yang pantas untuk disebut sahabat. Dari banyaknya seorang laki-laki yang menjadi teman baikku, aku memiliki satu yang benar-benar layak untuk disebut sahabat. Terhitung sejak Juni 2008 aku mengenalnya, dan mulai pada tahun 2011 aku dapat mengenalnya dengan cukup baik. Sampai pada detik inipun aku masih berhubungan baik dengannya meskipun masing-masing dari kami mempunyai kesibukkannya tersendiri. Ia sibuk dengan pekerjaannya dan aku sibuk dengan urusan perkuliahanku. Tapi tidak sama sekali hal itu merusak hubungan baik kami.

Aku bangga memilikinya. Disaat semua orang selalu mempertanyakan bagaimana cara agar dapat mengenal pribadi sahabatku ini dengan baik, bagaimana aku dapat diperlakukan dengan baik olehnya dan keluarganya, bagaimana bisa mempertahankan hubungan persahabatan yang langgeng, apakah kalian tidak pernah terjebak cinta dalam sebuah persahabatan tersebut? Aku hanya bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan kalimat “Persahabatan itu datangnya dari rasa nyaman & percaya. Kalau dia ngga percaya kita, gimana bisa kita kenal dia dengan baik. Kalau dia ngga  nyaman, dia ngga akan ngizinin kita untuk bisa kenal dia lebih jauh lagi.” Disaat banyaknya orang mempunyai persepsinya sendiri tentang orang yang mudah berkhianat, aku pernah berbagi cerita dengannya, saat itu aku belum begitu mengenal dia secara baik. Aku bertanya “Lo percaya ngga sih sama sahabat? Gue punya beberapa sahabat tapi kayaknya mereka pasti pernah khianatin gue. Soalnya gue gampang banget sih percaya sama orang. Termasuk dia (salah satu orang yang kami berdua kenal) tuh. Keliatannya aja gue udah lupa sama yang dia perbuat dulu, maafin sih udah. Tapi kayaknya untuk lupain itu sulit.” Dengan santai seorang sahabat yang aku sungguh sayangi ini menjawab “Hhhhh… Lo harus tau ya, manusia itu ngga jauh beda sama serigala! Serigala kalo lapar juga bakalan menerkam siapapun yang ada disekelilingnya. Nah kalo manusia? Selagi ada kesempatan yang pasti akan menguntungkan dia, apalagi orang yang deket sama dia, lo pasti akan diterkam juga. Jadi apa bedanya? Sama-sama suka nerkam dan nusuk dari belakang.” Aku tersentak oleh jawabannya. Terasa begitu bodoh untuk selalu mudah percaya pada seseorang dan akhirnya aku yang dirugikan. Lalu pertanyaan selanjutnya datang, “Sekarang gue tanya, siapa yang lo takutin di dunia ini selain Tuhan?” Aku langsung menjawab “Orang Tua lah..” Lalu ia tersenyum simpul dengan menjawab “Kenapa Orang Tua? Lo ngga takut sama diri lo sendiri?” Aku hanya bisa diam dan berfikir keras atas perkataannya. “Kenapa gue bilang lo harus takut sama diri lo sendiri? Karna diri sendiri itu yang paling susah untuk ditakhlukan. Diri kita sendiri itu yang bisa menghancurkan apapun atas segala yang kita perbuat. Coba kenalin diri lo lebih dalam lagi, lo juga bisa dikhianatin sahabat lo sendiri karna apa? Karna lo terlalu mudah percaya kan, akhirnya lo juga kan yang rugi. Itu ulah siapa kalo bukan diri lo sendiri. Belum lagi hal-hal lain yang akan dialami nantinya.” Aku semakin terlamun oleh setiap kata-katanya. “Kalau bisa sih, lebih baik ngga perlu semua orang tau apa yang lagi lo rasain. Jangan terlalu mudah cerita masala pribadi sama orang lain sekalipun dia baik banget. Namanya manusia, ya bisa kapan aja berubahnya. Terutama kalo kita lagi terpuruk atau sedih. Ngga perlu kita ngasih liat ke orang lain. Selagi kita sendiri masih bisa atasin itu, urus sendiri! Jangan biarin mereka ikut campur!”. Banyak yang dapat aku pelajari dari kata-katanya. Cukup memotivasi orang sepertiku yang pernah dikecewakan. Dan semakin hari semakin aku dapat mengenalnya dengan baik. Dan terpilihlah aku menjadi salah satu sahabatnya yang sampai saat ini masih menjalin hubungan baik dengannya.

"Friends never make assumptions about you. They never expect a reason to go out with you.In fact, friends only expext you to be the real of you!" - Chandru Sockalingam




If according to many people, a good friend is always saying the nice things just because they don't want to hurt feelings of their best friend, but different from the best friend that I had. He always told me the truth even if it hurts. Because I know, to be honest it's better than lying, right? Delivering the truth although sometimes so painful, the goal is always better than telling a lie with sweet words.




Ia adalah sahabat yang cukup tahu kekuranganku dan aku tahu kekurangannya. Tapi masing-masing dari kami selalu menunjukkan keberanian untuk tidak menonjolkan kekurangan. Aku menyadarkannya bahwa banyak dari dirinya yang patut disyukuri, begitu juga ia sebaliknya. Tak peduli siapa yang sudah menghancurkan hati masing-masing dari kami, tapi kita selalu berusaha untuk menyusunnya menjadi baik lagi meskipun tidak utuh. Setidaknya kami saling menyadari bahwa kita tak sendiri.

Aku menghampirinya tidak hanya saat aku membutuhkannya, tapi juga saat terlihat banyaknya orang yang menjauh darinya. Aku yang tahu bahwa dirinya sedang bersedih, justru pada saat seluruh orang yang didekatnya melihat senyum yang lebar diwajahnya. Keindahan dari persahabatan ini justru saat masing-masing dari kami saling memberi tanpa mengharapkan balasan. Ada tawa dan canda saat kesedihan mulai mengintip lalu enggan untuk masuk. 

 He is one of the best friends, Edo Fajri Noval (@EdoFajrino) I;m grateful because I can be an important part of his life.



 With Love, MP♥

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...