Saturday, March 16, 2013

Part of My Life.




Indahnya sebuah persahabatan yang dikenal saat masih duduk di bangku sekolah, hingga saat ini, sampai detik ini masih terjalin dengan sangat baik meskipun tak menutup kemungkinan bahwa dalam persahabatan pasti ada saja suatu masalah yang timbul. Persahabatan yang melukiskan sebuah hubungan yang mengikut campurkan pengetahuan serta afeksi. Biasanya persahabatan terbentuk karna adanya kesamaaan, banyaknya waktu untuk saling bertemu dan saling bertukar cerita bahkan memecahkan suatu masalah bersama, mencarikan nasihat yang baik untuk satu sama lain. Seperti yang aku ketahui bahwa persahabatan saling menunjukan rasa saling membutuhkan, ingin memberikan yang terbaik satu sama lain, saling jujur dalam hal kecil yang sekalipun itu sensitive. Maka kebanyakan orang sejak lama juga sering mengatakan bahwa sahabat lebih berharga dari apapun terutama seorang kekasih.

Dahulu aku termasuk orang yang tidak begitu percaya bahwa persahabatan itu seindah yang orang-orang katakan. Namun seiring berjalannya waktu, aku memiliki beberpa yang pantas untuk disebut sahabat. Dari banyaknya seorang laki-laki yang menjadi teman baikku, aku memiliki satu yang benar-benar layak untuk disebut sahabat. Terhitung sejak Juni 2008 aku mengenalnya, dan mulai pada tahun 2011 aku dapat mengenalnya dengan cukup baik. Sampai pada detik inipun aku masih berhubungan baik dengannya meskipun masing-masing dari kami mempunyai kesibukkannya tersendiri. Ia sibuk dengan pekerjaannya dan aku sibuk dengan urusan perkuliahanku. Tapi tidak sama sekali hal itu merusak hubungan baik kami.

Aku bangga memilikinya. Disaat semua orang selalu mempertanyakan bagaimana cara agar dapat mengenal pribadi sahabatku ini dengan baik, bagaimana aku dapat diperlakukan dengan baik olehnya dan keluarganya, bagaimana bisa mempertahankan hubungan persahabatan yang langgeng, apakah kalian tidak pernah terjebak cinta dalam sebuah persahabatan tersebut? Aku hanya bisa menjawab semua pertanyaan itu dengan kalimat “Persahabatan itu datangnya dari rasa nyaman & percaya. Kalau dia ngga percaya kita, gimana bisa kita kenal dia dengan baik. Kalau dia ngga  nyaman, dia ngga akan ngizinin kita untuk bisa kenal dia lebih jauh lagi.” Disaat banyaknya orang mempunyai persepsinya sendiri tentang orang yang mudah berkhianat, aku pernah berbagi cerita dengannya, saat itu aku belum begitu mengenal dia secara baik. Aku bertanya “Lo percaya ngga sih sama sahabat? Gue punya beberapa sahabat tapi kayaknya mereka pasti pernah khianatin gue. Soalnya gue gampang banget sih percaya sama orang. Termasuk dia (salah satu orang yang kami berdua kenal) tuh. Keliatannya aja gue udah lupa sama yang dia perbuat dulu, maafin sih udah. Tapi kayaknya untuk lupain itu sulit.” Dengan santai seorang sahabat yang aku sungguh sayangi ini menjawab “Hhhhh… Lo harus tau ya, manusia itu ngga jauh beda sama serigala! Serigala kalo lapar juga bakalan menerkam siapapun yang ada disekelilingnya. Nah kalo manusia? Selagi ada kesempatan yang pasti akan menguntungkan dia, apalagi orang yang deket sama dia, lo pasti akan diterkam juga. Jadi apa bedanya? Sama-sama suka nerkam dan nusuk dari belakang.” Aku tersentak oleh jawabannya. Terasa begitu bodoh untuk selalu mudah percaya pada seseorang dan akhirnya aku yang dirugikan. Lalu pertanyaan selanjutnya datang, “Sekarang gue tanya, siapa yang lo takutin di dunia ini selain Tuhan?” Aku langsung menjawab “Orang Tua lah..” Lalu ia tersenyum simpul dengan menjawab “Kenapa Orang Tua? Lo ngga takut sama diri lo sendiri?” Aku hanya bisa diam dan berfikir keras atas perkataannya. “Kenapa gue bilang lo harus takut sama diri lo sendiri? Karna diri sendiri itu yang paling susah untuk ditakhlukan. Diri kita sendiri itu yang bisa menghancurkan apapun atas segala yang kita perbuat. Coba kenalin diri lo lebih dalam lagi, lo juga bisa dikhianatin sahabat lo sendiri karna apa? Karna lo terlalu mudah percaya kan, akhirnya lo juga kan yang rugi. Itu ulah siapa kalo bukan diri lo sendiri. Belum lagi hal-hal lain yang akan dialami nantinya.” Aku semakin terlamun oleh setiap kata-katanya. “Kalau bisa sih, lebih baik ngga perlu semua orang tau apa yang lagi lo rasain. Jangan terlalu mudah cerita masala pribadi sama orang lain sekalipun dia baik banget. Namanya manusia, ya bisa kapan aja berubahnya. Terutama kalo kita lagi terpuruk atau sedih. Ngga perlu kita ngasih liat ke orang lain. Selagi kita sendiri masih bisa atasin itu, urus sendiri! Jangan biarin mereka ikut campur!”. Banyak yang dapat aku pelajari dari kata-katanya. Cukup memotivasi orang sepertiku yang pernah dikecewakan. Dan semakin hari semakin aku dapat mengenalnya dengan baik. Dan terpilihlah aku menjadi salah satu sahabatnya yang sampai saat ini masih menjalin hubungan baik dengannya.

"Friends never make assumptions about you. They never expect a reason to go out with you.In fact, friends only expext you to be the real of you!" - Chandru Sockalingam




If according to many people, a good friend is always saying the nice things just because they don't want to hurt feelings of their best friend, but different from the best friend that I had. He always told me the truth even if it hurts. Because I know, to be honest it's better than lying, right? Delivering the truth although sometimes so painful, the goal is always better than telling a lie with sweet words.




Ia adalah sahabat yang cukup tahu kekuranganku dan aku tahu kekurangannya. Tapi masing-masing dari kami selalu menunjukkan keberanian untuk tidak menonjolkan kekurangan. Aku menyadarkannya bahwa banyak dari dirinya yang patut disyukuri, begitu juga ia sebaliknya. Tak peduli siapa yang sudah menghancurkan hati masing-masing dari kami, tapi kita selalu berusaha untuk menyusunnya menjadi baik lagi meskipun tidak utuh. Setidaknya kami saling menyadari bahwa kita tak sendiri.

Aku menghampirinya tidak hanya saat aku membutuhkannya, tapi juga saat terlihat banyaknya orang yang menjauh darinya. Aku yang tahu bahwa dirinya sedang bersedih, justru pada saat seluruh orang yang didekatnya melihat senyum yang lebar diwajahnya. Keindahan dari persahabatan ini justru saat masing-masing dari kami saling memberi tanpa mengharapkan balasan. Ada tawa dan canda saat kesedihan mulai mengintip lalu enggan untuk masuk. 

 He is one of the best friends, Edo Fajri Noval (@EdoFajrino) I;m grateful because I can be an important part of his life.



 With Love, MP♥

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...