Wednesday, December 26, 2012

Happy Mother's Day, Mommy.


Sesungguhnya ini mau dipost waktu tanggal 22 Desember 2012. tapi karena ada halangan jadi diundur sampai hari ini.. Selamat membaca :)


Terinspirasi dari wanita tertangguh dalam hidupku, wanita terhebat yang aku miliki di dunia ini. Dia telah menjadi sosok ibu yang lebih dari tangguh saat melahirkan serta membesarkan aku, telah menjadi sosok ayah yang sempat aku rasa hilang kasih sayangnya, telah menjadi teman yang mampu membuatku ceria, dan telah menjadi sosok sahabat yang luar biasa tulus mendengar segala keluh kesahku lalu mampu memberi solusi terbaik untuk setiap permasalahnku.


Inspirasi dalam hidupku, wanita tertangguh milikku. My beloved mom.
Alasan aku untuk selalu kuat menjalani hidup ini, yaitu melihat perjuangan hidupmu yang sungguh luar biasa.

Anugerah yang tak dapat aku ungkapkan dengan kata-kata rasa syukurnya adalah dengan keberadaanmu dalam hidupku, engkau yang melahirkanku.

Untuk setiap rasa sakit saat kau mengandung, untuk setiap pengorbananmu saat melahirkan aku, untuk setiap kekuatanmu bertahan saat aku akan datang ke dunia ini, tak ada satupun dari itu semua yang dapat aku balas dengan sempurna.. Sempurna seperti kasih sayang dan cintamu selama 19 tahun ini kepadaku.


Betapa aku bersyukur memiliki wanita sepertimu yang telah melahirkan aku. Membesarkan aku dengan segala upaya, memberikan kasih sayang yang tiada habisnya. Yang mengajarkan aku agar selalu mampu untuk berdiri di kaki sendiri. Dalam satu atap rumah yang sama, kau mengajarkan aku banyak hal. Mulai dari aku merangkak, lalu berjalan sambil kau iringi langkahku yang belum kokoh, hingga aku dapat berdiri sendiri dan berlari tanpa dibantu lagi. Mom, kau sungguh luar biasa. Jika bukan karena cinta dan sabarmu, aku tak akan dapat melakukan itu..

Kamu harus berusaha untuk tidak bergantung pada orang lain. Boleh orang lain ketergantungan sama kamu. Aku tidak melarang. Tapi, kalau kamu yang bergantung sama orang lain, kamu harus siap jika dikecewakan. Kamu harus percaya bahwa hanya pada Tuhan Yesus kamu bisa bergantung. Karena hanya Dia yang janjinya tidak pernah mengecewakan.”

Itu yang kau katakana saat aku menghampirimu dengan segala keluhanku saat tempat aku menuntut ilmu dipenuhi manusia yang palsu. Yang tulusnya menemaniku tidak sepertimu, Mom.
“Kamu pergi selama apapun, pasti kembalinya ya kesini lagi. Ke rumah ini. Kalau kamu tidak merasa bahagia di rumah, ya kamu sendiri yang harus usaha menciptakan kebahagiaan kamu. Di rumah ini, di hati kamu dan di dalam pikiranmu.”

Itu yang kau katakan saat aku merasa bosan ada dirumah. Selalu ingin pergi keluar untuk mencari kesenangan yang fana. Terima kasih untuk selalu mengingatkanku, Mom.

“Maafin aku ya kak, aku ngga bisa kontrol emosi tadi, jadinya tekesan kasar sama kamu. Kamu tau kan mami ngga pernah ada niat buat nyakitin hati kamu. Maafin ya kak…”

 Aku tak tahu.. Mengapa kau selalu yang lebih dulu meminta maaf padaku saat ada pertengakaran kecil maupun pertengkaran hebat yang terjadi diantara kita, Ibu? Kau selalu mengalah demi aku. Seharusnya aku yang memohon maaf padamu, pasti ada perlakuan dariku yang melukai hatimu, baik yang disengaja maupun tidak. Betapa aku sangat menyesal jika air mata dipipimu harus ada karena perbuatanku yang tidak pantas kau terima.. Ibu, maafkan aku..

“Jangan sampai orang tua berucap kata yang tidak seharusnya diucapkan. Karena hal sekecil apapun  yang keluar dari mulut orang tua saat marah itu adalah doa. Kamu harus bisa buat hal buruk itu tidak terjadi dalam hidupmu.”

Itu yang kau ucapkan saat tak dapat lagi kau simpan dan tahan amarahmu karna sikapku yang tak pantas kau terima.. Aku berdosa, ya aku sadar dan menyesalinya.. Sekali lagi aku katakan, maafkan aku, Ibu..

“Untuk setiap perjuangan yang sudah sejauh ini kita lalui, bersyukurlah. Agar tetap selalu bersama menjalani suka dan duka, berdoalah. Untuk tetap setia pada Tuhan yang selalu menjaga dan melindungi kita apapun keadaannya, berkomitmenlah padaNya bahwa kau akan selalu percaya dan mengandalkanNya dalam hidupmu. Sesakit apapun yang kau rasa dalam hidupmu nak, percayalah itu semua terjadi karna kau mampu melewatinya. Setinggi apapun tembok yang menghalangi jalanmu, teruslah maju dalam kepercayaan yang kau taruh dalam Dia. Karena tak ada satupun hal yang tak dapat kau lewati, jika Tuhan yang mengizinkan itu terjadi.”

Bagaimana bisa aku melupakan kata-kata itu? Kau selalu mengingatkan aku disetiap aku mulai ingin menyerah, merasa lelah dengan segala yang terjadi dalam hidupku. Terima kasih untuk kekuatan yang selalu berikan kepadaku..

Berjuta kata Terima Kasih  dari mulutku tak akan mampu membalas segala ketulusan cinta dan perjuanganmu untuk hidupku. 
Rangkaian kata indah sekalipun tak akan mampu membalas keihklasan hatimu untuk merawatku dalam rasa sakit.
Setiap doa yang kau panjatkan kepada Tuhan, tak pernah kau lupa untuk menyelipkan namaku dalam doamu. Mendoakan agar aku bertumbuh menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan saling mengasihi sesama, meminta Tuhan untuk selalu melindungi setiap langkahku, berdoa untuk masa depanku yang cerah serta diiringi kebahagiaan di dalam suka maupun duka. Sekali lagi aku dengar kau menyebut nama kedua anakmu dengan lengkap. Tiada kau keluhkan beratnya bebanmu. Tak ingin kau membagi luka di hatimu kepada aku maupun yang lainnya. Kau begitu rapat dan pandai menyimpan segalanya dengan rapih.

Ini janjiku kepadamu :”)

Kau sudah menjadi istri yang begitu hebatnya berdiri di samping sosok pria yang kusebut ayah. Pasti pernah kau merasa seperti ditimpa oleh badai ketika harus berdiri sendiri mengurus kedua anakmu. Aku dan adikku. Tetapi kau tak pernah memperlihatkan itu kepadaku. Tanpa kau perlihatkan aku tahu bahwa kau pasti merasakan dahsyatnya rasa sakit yang membuat luka di hatimu. Tapi sekali lagi aku katakan. Kau begitu kuat, Ibu.

Terima kasih untuk air mata yang berlinang saat memperjuangkan aku hadir dalam dunia ini.
Terima kasih untuk kasih sayang dan cinta yang selalu baru setiap hari. 

Terima kasih untuk selalu menguatkan aku dengan prinsip hidup yang mami ajarkan padaku.
Terima kasih untuk selalu bersedia menopangku dengan segala upaya saat aku membutuhkan sandaran yang menenangkan.
Terima kasih mami telah menjadi pendengar yang baik disetiap cerita hidupku dalam suka maupun duka.
Terima kasih mami selalu menjadi yang terutama dalam hal memberi solusi terbaik disetiap permasalahan yang aku alami.
Terima kasih untuk doa yang menuntunku dalam kesuksesan dimasa depan.
Terima kasih selalu menyebut nama anak-anakmu dalam perbincanganmu dengan Tuhan.
Terima kasih mamiku tersayang dan tercinta, Anna Sinaga..

 22 DESEMBER 2012

20.16 wib






With love, MP

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...