Wednesday, January 6, 2016

Kepergian Akan Membawamu Kembali Pulang.

NOW PLAYING - DEPAPEPE "TIME".


Kepada cahaya yang hampir padam di atas awan telah kupanjatkan sepatah dua patah kalimat kepada Tuhan. Rasanya aku ingin menangisi sebuah kepergian yang akhirnya akan membuat ia kembali sesekali. Langit semakin abu-abu lalu gelap meyelimuti sore itu.



Hari pertama tahun 2016. Tatapanku membeku pada tumpukkan barang yang rapih di dalam kardus-kardus cokelat berisi baju, buku, sepatu juga barang berharga lainnya yang memiliki cerita. Aku diam dan termenung haru di hadapan semuanya. 



Cukup berat untuk melepaskan sesuatu yang sudah lama menetap. Tidak hanya menjadi halaman terbaik untuk menuliskan kisah cerita tetapi juga sebagai rumah yang selalu membuatku ingin kembali pulang ketika kehadirannya datang. Memasuki tahun keempat mengenal ia dengan baik adalah cara Tuhan menganugerahkan “karya”-Nya berperan dalam hidupku. Ia menjadi tempat ternyaman untuk bersandar setelah keluarga yang kupunya. Tuhan  begitu apik membiarkan luka yang dibuat orang-orang terdekatku hingga akhirnya aku (lagi-lagi) menemukan satu diantara yang tulus untuk menjadi teman hidup.


Kita adalah perempuan yang dipertemukan Tuhan atas luka yang sama dimasa lalu. Sebuah cerita yang nyata lebih dari lucu. Kita adalah dua dari jutaan manusia yang pernah dibenci juga dimaki atas kesalahan yang mereka buat sendiri. Tidak ada waktu untuk membalas kebencian orang-orang disekitar karena kami terlalu sibuk belajar mengasihi meskipun dibenci. Ketidak mampuan melukis dengki dalam hati membuat kita semakin dekat sebagai sahabat. Kita pernah kehilangan orang yang telah mencapai puncak tertinggi namun lebih memilih untuk beranjak pergi. Namun lagi-lagi kami percaya bahwa Tuhan tak hanya mendengar kepiluan hati ciptaan-Nya dari kehilangan. Tapi Dia juga berjanji, akan mengganti bentuk apapun yang telah "pergi". Kini semua terbukti setelah hampir satu tahun menyendiri, banyak kebahagiaan berkelana dari luka yang terlalu luas membentang cukup lama. We just need to smile, things are going to work out. We may not see it now, but we're being directed to a much greater happiness.

Selayaknya detik yang entah sampai kapan berpihak. Kita hanya mampu menikmati kebersamaan selama dapat berbagi waktu. Sebelum akhirnya kerinduan datang tanpa ada lagi pertemuan. Aku selalu percaya setidaknya ada lima orang terbaik di dunia selain keluarga yang Tuhan taruh dalam hidup kita untuk menjadi teman rasa keluarga, yang tulus serta setia mendampingi ketika berada di dasar terendah, dan saling mengingatkan untuk tetap merendah saat mencapai puncak tertinggi. Dan aku bersyukur Myta salah satunya. 

Tidak sedikit waktu yang telah berlalu ketika kita berbagi cerita atau hanya sekedar makan bersama. Teruslah lelap dalam bahagia di luar kota Jakarta. Banyak mimpi dan cita-cita yang harus diraih ketika kau memilih untuk pergi meninggalkan aku, Icha, juga yang lain. Aku selalu menenangkan diri dengan bergumam dalam hati “kepergian ini akan membawanya kembali pulang”. Dan sore itu di bawah awan abu-abu yang hampir pekat, hujan pun turun dengan lebat. Sedikit pilu yang disertai kilat petir menyambar kenyataan bahwa bulan pertama di tahun 2016 akan diawali kepergian seorang sahabat. 


Meskipun kita masih tinggal di kolong langit yang sama, rasanya tetap saja beda. Cepatlah kembali pulang karena yang merindukanmu tidak hanya aku. 








With Love, MP♥

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...