Sunday, March 23, 2014

Setelah Lama Kamu Tiada


Aku pernah berkata  padamu dengan menatap nanar bahwa aku begitu angkuh ketika berkata dengan lidahku, jika segala tentang kita sudah tidak teringat barang sekeping cerita. Tidak. Aku belum sehebat itu untuk merasakan mati pada rasa tentang kita yang pernah ada.

Aku pernah menuliskan tentang suatu kenyataan. Bahwa sebenarnya aku sudah terbiasa akan segala hal yang tanpa kamu. Aku sudah lama tidak ditenangkan lalu diyakinkan bahwa ada hal yang tidak baik-baik saja terjadi, namum tetap dapat dilewati. Sejak kamu tak ada, sejak kamu pergi dan bahkan sejak kamu dimiliki yang lain. Aku mempelajari banyak hal tentang sebuah keikhlasan.

Dimana aku tak lagi dapat merasakan rindu yang kau simpan sendiri. Kita pernah berpisah lebih lama dari ini bukan? Namu acap kali rindu selalu datang. Menghantarkan seuntai kata dari hatimu melalui mimpiku. Ada kamu disitu dengan wajah bermuram. Seolah mengisyaratkan isi hati yang tak dapat dimengerti orang lain selain aku.

Terima kasih, kini ketiadaanmu sudah tidak meninggalkan tangis pada hariku.

Kini tanpamu, aku tidak selalu rindu akan pelukkan hangat yang mampu kau berikan.

Sekarang ketika kenangan kita sempat lewat saat pejamku semakin pulas, aku punya rasa tak ingin lama menetap disana. Memang indah ketika perasaanku dibawanya, namun semuanya telah berlalu dan seharusnya aku tak lagi disitu.

Kini aku berteman baik dengan perasaanku. Ketika hati ini ingin mengenang yang telah berlalu, bukan berarti ia ingin kembali. Maka kubawalah perasaan ini pada masa itu. Masa dimana tak ada rasa yang lebih indah dari segala hal atas nama kita. Tak lama berdiri disana, kusadaran lagi hati ini dengan logika. Bahwa yang telah berlalu di belakang, tak semuanya dapat di bawa berjalan ke depan dengan beriringan. Kutinggal di belakang segala sesuatu yang pernah menghancurkanku sampai berkeping-keping. Lalu ku bawa sisa semangat yang ada menuju hari yang telah dipersiapkan-Nya.
Aku merasa jauh lebih baik kini ketika alasanku dapat menenangkan hati bukan kamu.

Aku merasa jauh lebih nyaman kini ketika aku membuka mata, bukan lagi kamu yang kutunggu kabarnya.

Aku seperti diberi perasaan baru untuk membuka cerita dengan yang lain ketika langkahmu semakin jauh dari cerita hidupku.

Dan kini biarlah aku selalu mampu melalui hari tanpa kamu, agar semakin baik pula cerita jalan hidupku. Begitu juga jalan cerita hidupmu yang tak lagi ada aku.



With Love, MP♥

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...