Friday, March 28, 2014

Kuingin Kau Tak Hanya Tahu.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku sempat lupa rasanya diperhatikan dengan sebuah manisnya pesan melalui tulisan. Sempat kukira tak lagi bisa hati ini merasa gundah akan kehilangan ketika ada yang mencoba untuk memperhatikan. Aku juga sempat tidak terfikirkan oleh cinta yang baru saat lagi-lagi aku terjatuh pada luka yang sama. 


Namun ada setitik cahaya kecil yang awalnya hampir tak terlihat, semakin lama semakin dekat. Awalnya datang memberi harapan, tak tahu akan menetap atau hanya bersinggah. Aku pernah menjauh dari harapan yang ada walau hanya segelintir. Menjauh dari kemungkinan akan kecewa yang bisa saja timbul ketika cahaya kecil hampir tak terlihat itu semakin terang dan menjadi pelita dalam hariku.

Sempat kuragukan kesiapan hati ini saat ingin bangkitkan bahagia yang pernah sirna. Lalu kamu datang. Merengkuh seluruh luka yang ada dengan perlahan. Hingga aku tak lagi dapat merasakan. Luka itu hilang. Kau renggut segala sakit yang tertinggal. Sosokmu hadir tak hanya untuk dikenal tapi juga memberi kenangan. Pernah ku ketahui bahwa yang terdekat bukanlah selalu yang Tuhan izinkan untuk terus bersama. Tetapi jika kamu datang bukan untuk menjadi tempat terakhirku mengakhiri kesendirian, tak apa. Karena kutahu pasti kau memberi pelajaran baru. Setidaknya kamu membangkitkan terang pada hariku yang kelam. Gelapnya harapan saat jauh hari kau belum datang.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah dipatahkan harapannya. Jadi tolonglah mengerti hati ini yang masih ingat rasanya kecewa. 

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah jatuh sampai tertelungkup. Ratapan sakit tak ada yang sudi menyembuhkan. 

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah berikhtiar tuk bangkit dan mengendapkan keenggananku membuka hati saat hari berganti.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah lama sendiri dan tak terpikirkan ada lagi yang datang berusaha membenahi hati ini.

Kuingin kau tak hanya tahu bahwa aku pernah salah menilai kehadiran seseorang yang kuanggap berarti namun nyatanya hanya menyayat hati.

Aku pernah terlalu percaya, hingga akhirnya aku kecewa. Pahamilah, ketika aku mulai sulit kau mengerti apa maunya. Bersabarlah, karena harusnya ketika kau memberanikan diri tuk melangkahkan kaki dalam hidupku, ada banyak hal yang pelik dimengerti logika. 


Dan kini kamu datang membuka pintu yang lama kututup rapat. Membuat kusadar akan perkiraan-perkiraan dari pikiranku yang enggan membuka hati untuk yang baru. Tak tahu akan berujung bahagia dengan bisa bersama saling menggenggam atau kamu datang hanya sebagai pengingat pada luka yang kupunya, bahwa masih ada harapan untuk bisa bangkit ketika aku mau mencoba.

Kuingin kau tak hanya tahu. Pahamilah tak hanya sekedar mengerti. Menetaplah agar kau mengenalku lebih jauh tak hanya sekedar tahu. Dan jangan kau paksakan tuk tetap tinggal dalam hidupku ketika hatimu ternyata tak disitu tuk mendampingiku.  

Terima kasih telah membuka mata dan hatiku tuk menerima hal baru, kamu.




With Love, MP♥

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...