Friday, April 4, 2014

Doa dan Isi Hati Pada Ulang Tahun, Ayah.

Sekerat cerahnya langit saat sore ini mengundang derasnya hujan membasahi alam. Seluas langit yang berawan, seluas itu pula aku mempunyai harapan. Ketika aku terbangun ditengah malam yang hujannya menderam, teringat sosok Ayah yang pada detik ini umurnya tepat 42 tahun. Ayah, selamat ulang tahun.......................


Ini doaku untuk bertambahnya umurmu. Aku berdoa penuh syukur pada Tuhan dengan segenap hati yang bahagia karena masih diberi kesempatan untuk berada di dunia saat Ayah bertambah satu tahun pada hari ini. Aku memohon kepada Tuhan agar Ayah diberi umur panjang hingga aku selesai menuntut ilmu dan Ayah berada disampingku pada saat hari wisuda ku tiba.

Ini doa dari aku untuk lelaki sejati yang bagiku masih berjiwa muda. Semoga kau semakin bijaksana dan menjadi berkat untuk banyak orang. Semakin kuat dan berhikmat menjadi kepala keluarga untuk istri dan anak mu. Tetaplah memberikan dampak dan energi positif  tidak hanya untuk keluarga, tapi untuk rekan kerja serta semua orang yang ada disekeliling mu. Teruslah menjadi terang di dalam gelapnya harapan yang sirna dan kegagalan yang melanda. Biarlah kau tetap mampu menciptakan tawa di rumah. Membinasakan suasana tak nyaman yang ada. Kau pahlawanku dalam segala hal, Ayah.


Ini doaku yang semoga terjamah dihatiNya. Aku ingin dimasa yang sudah tidak muda lagi, kau dapat menikmati masa tuamu dengan hasil keringatku, Ayah. Semoga Tuhan tak terburu-buru ingin bertemu sosok sebaik engkau tuk ada disampingNya. Agar aku bisa membawa Ayah menikmati kesuksesan yang kuraih. Melihat satu-satunya putri yang kau punya menggenggam masa depan cerah. Kan kubawa kau pada masa yang akan datang itu. Berjanjilah untuk tetap disampingku hingga masa itu tiba.

Doaku sesungguhnya lebih dari ini, Ayah. Kupanjatkan segala syukur akan kemurahan hati Tuhan. Masih adanya kau di dunia yang kejam ini tuk membimbingku, sudah lebih dari segala doa yang tertera pada rentetan harapanku padaNya diharimu. Terima kasih untuk tetap menjadi yang tersabar menghadapiku. Tiada hari kulewati tanpa canda tawa selama ada kau disampingku. Kau mampu memberikan hangatnya kasih pada membaranya emosi. Kau mengajarkan aku bertahan pada kerasnya cobaan. Kau mencurahkan semangat tiada lelah tuk membimbingku menjadi yang paling tangguh menghadapi kehidupan. Terima kasih Ayah. Kau Pahlawan.

Hanya kau yang mampu berbicara bahwa kau mencintaiku melalui tindakanmu, bukan dengan kata-kata. Hanya kau yang mampu cemburu dan berusaha untuk menyingkirkan pria tak pantas dalam hidupku. Nasehatmu adalah doa untuk masa depanku. Pesan tulus yang terucap dalam doamu adalah cinta tertinggi yang kumiliki. Tetaplah menjadi Raja dalam sejarah hidupku, Ayah.
 Semangatku saat membuka mata tuk bergegas menyongsong pagi yang akan datang. Semangatku membara tuk bekerja dan mencari ilmu di luar sana, itu semua karena aku melihat sosokmu yang nyata menjadi panutan dalam hidupku. Tanpa mengeluh kau bekerja. Tanpa bersungut-sungut kau membangkitkan semangat yang dihiasi oleh kegagalan. Kau memikul kesedihan yang enggan kau ceritakan kepada kami. Kau menanggung segala kesusahan yang sesungguhnya dapat kau bagi dengan kami. Tetapi kau mengurungkan niat tuk melakukannya. Kau beri kami sukacita di dalam rumah. Kau beri kami kasih yang tak berbatas. Terima kasih Ayah, hingga bertambahnya umurmu dihari ini, kau masih sama seperti sosokmu yang dulu kukenal tak bertukar.

Aku, menyayangimu selalu, Ayah.


With Love, your daughter♡
















No comments:

Post a Comment

Hiduplah Dengannya.

Sam Smith - How Will I Know  Ketika puing-puing kenangan yang tersisa masih berputar, tinggal aku yang meratapi bekas jeja...