Thursday, April 17, 2014

Kamu.


Saat senja dimana satu hari sebelum tanggal 18, tiba.


Kamu. Adalah  yang tak pernah terpikirkan sebelumnya dalam bayangan. Terpampang jelas kehadirannmu selalu membuatku tersenyum saat pagi menjelang.

Kamu. Adalah yang kukira takkan lama menetap disini untuk tertawa bersama berbagi sayang dan segala rasa sukacita. Ternyata kamu disini tak hanya menetap tapi juga memutuskan untuk selalu tinggal meski masalah menghantam.

Kamu membenamkan cinta baru dalam hidupku.
Kau hantarkan tiap-tiap kata yang sebelumnya tak aku tahu, aksara indah yang kau lukis pada dinding hati ini. Menerjemahkan kesukaran pada rasa yang lama tak kuberi pada orang lain sebelum kau ada.
 

Lembaran kertas yang tak tega kulihat diam dan kosong tanpa goresan, kutekan dengan perlahan dengan pena agar menjadi sebuah karya. Ada tulisan disana. Kutuangkan segala isi hati yang sedang bahagia karena kamu ada. Membuatku lebih dari semangat untuk memperbaiki apa yang kurang dalam diriku. Agar tak hanya semakin cerah senyum diwajahku karena kamu disini, tapi juga agar semakin meningkat pula kupunya pribadi.

Pada akhirnya, perasaan ini tertuju pada kamu yang sebelumnya kuharapkan dalam doa saja, tidak. Tapi kini aku bersyukur dengan teramat sangat. Karena tanpa meminta pun Tuhan mendatangkan kamu dalam sepiku. Kini namamu menjadi list baru dalam doaku. Dan semoga akan selalu seperti itu.


 Paras polos yang dengan puas dapat kupandang memberi sejuk hati si penyendiri

Ada tiap kata yang tak sabar menghujani kamu dengan jujur.

Bahwa ada ungkapan syukur. Terlebih lagi saat Tuhan mengizinkan kamu untuk tercatat pada sejarah hidupku. Tidak hanya menciptakan bahagia yang baru, juga menghapus luka yang kukira akan sulit untuk sirna.

Entahlah.
Kini aku hanya ingin semoga Tuhan tetap terus sependapat denganku untuk tidak membiarkan kamu hilang.

Jadi, tetaplah untuk tinggal.

Itu pun selama Tuhan mengizinkan :)








With Love, MP♥

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...