Sunday, January 12, 2014

Lima Tahun Tanpa Kita.



Tak kusangka sampai pada akhirnya aku bertumpu ditanggal dan bulan yang sama. Iya. Aku masih memaftawakannya. Dan mungkin akan terlalu angkuh jika kuakui sekarang bahwa aku telah membenamkan semuanya. 



Sesungguhnya aku mulai terbiasa. Ketika kamu tak ada untuk menenangkan dan meyakinkanku bahwa akan ada hal yang tidak baik-baik saja terjadi, namum tetap dapat dilewati. Aku mulai terbiasa untuk tidak merasakan kerinduan yang mencekam jiwa ini sampai menyiksa batinku karna tak ada kamu dalam pandanganku. Aku mulai terbiasa, bahkan ketika kamu mulai singgah sebentar dan lagi – lagi kamu harus secepat itu meningalkan. Aku sudah terbiasa, seharusnya kau peduli akan hal itu yang kubangun dengan senak bermuram durja.


Angin sore ini merebahkan air hujan dengan derasnya. Perasaanku seperti terbawa apa saja yang diawali sejak lima tahun lalu. Diseretnya aku perlahan oleh kenangan itu. Aku berusaha memerangi hatiku saat namamu semakin terdengar jelas. Semakin lantang terdengar. Meregang jiwaku agar mengudara bersama kenangan yang ada. Harus kuakui bahwa aku menikmatinya. Bukan karena aku ingin mengulang semua yang sudah berlalu. Hanya aja saja terlalu berharga semua kenangan serta pelajaran yang telah banyak merekat bagi pribadiku. Maka kunikmatilah saat kenangan itu menyongsong jiwaku dengan perlahan.




Lima yang tanpa kita tepat dihari ini. Ternyata aku dan kamu harus melewatinya dengan tidak bersama. Kini aku dan kamu sudah berdiri saling berantara. Ada sekat yang berdiri dengan kokohnya. Tak mengizinkan kita untuk kembali. Bahkan hanya sekedar untuk menyapa. Nikmatilah perpisahan yang telah berlalu, wahai engkau yang dulu sering kali kupanggil sayang. Lima yang tanpa kita akan menjadi awal dimana kebersamaan yang dulu menjadi cita-cita untuk selamanya dapat beriringan tak mungkin ada. Bukan karna harapanku agar kita mengembari takdir yang berbeda dengan doaku. Tapi karena memang ada yang tak dapat kita jalani bersama sampai waktu yang tak dapat kita tentukan. Aku bertekuk lutut akan payahnya usahaku menghadapi hal-hal yang tak kuingini. Begitupun dengan kamu. Menyerahlah pada kenyataan. Berpihaklah kali ini pada takdir yang tak pernah kita harapkan walau hanya segelintir.

Bersukacitalah dengan tanpa adanya aku disana. Tetaplah tangguh seperti dulu saat masih mampu kau rangkul hangat pundakku. Mungkin ragaku tak dapat menemanimu sepanjang hidup. Tapi akan ada rasa tulus dari lubuk hati terdalamku yang menemani harimu dan semoga nantinya akan ada sosok baru dari Tuhan menggantikanku. 



Berbahagialah saat Tuhan mengirimkan pribadi yang baru dalam hidupmu untuk dicintai. Semoga kasih sayang nya dapat melampaui yang kupunya. Berhentilah mencari sosok yang sama seperti apa yang tak dapat kau miliki saat ini. Karna Tuhan hanya menyediakan satu dan kau takkan miliki itu. Berjalanlah dengan rupa yang baik. Cintailah dia melebihi yang pernah kau lakukan. Ada doa dariku yang akan melampiri harimu. Dan jangan sesering mungkin untuk berpaling ke belakang. Biarlah aku dan kamu saling memanggul takdir yang tak sejalan dengan harapan. Menolehlah sesekali ke belakang hanya untuk menguatkan langkahmu, “Ya, aku pernah jatuh selemah itu karna kehilangan. Dan aku mampu berjalan sejauh ini untuk bangkit menata hidupku agar jauh lebih baik lagi”. Langkah ku harus tetap ke depan, begitu pun dengan kamu. Ingatlah bahwa perjuangan yang telah kita lalui takkan terbengkalai begitu saja. Rancangan kita untuk dapat terus jalan bergandengan memang tak sesuai dengan kehendak-Nya. Namun yakinlah bahwa akan ada pengandaian yang tak pernah kita kira,  dengan sendirinya menghampiri lalu membawa raga serta hati yang terluka akan perpisahan menuju suatu rasa kelegaan. 


Seandainya lima yang tanpa kita ini tak pernah ada, mungkin kebahagiaan yang tiada taranya masih enggan menampilkan diri. Bersyukurlah atas perbedaan yang pernah menyatukan sekaligus memisahkan kita. Sejak lima tahun yang lalulah aku dan kamu mulai belajar untuk melengkapi dan menghargai apa yang tidak dapat diyakini oleh banyak orang. Kini kita harus memapak masa depan yang lebih cerah. Tetaplah berusaha dan berdoa. Jiwaku merindukanmu dan itu akan sering terjadi. Selamat lima kali menghadapi tanggal dan bulan yang sama, kamu.......




With Love, MP♥

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...