Wednesday, December 12, 2012

My Triple 12.


Terpaku dalam malam yang selalu mengingatkan aku kepada kamu, yang tak dapat kupandang dengan mataku. Kamu yang selalu aku rindukan dalam setiap aktivitasku. Kamu yang tak pernah mengurangi rasa sayangnya untukku.

Kamu selalu menghiasi hari suka duka dalam hariku selama empat tahun ini. Kita terlalu lama dipisahkan waktu untuk saling bertemu. Apakah yang kau ingat pada saat ini? Hari dimana seharusnya dapat kita rasakan indahnya berbagi bahagia bersama. Dalam umur hubungan yang sudah begitu lama, teramat kuat jika ada yang berusaha untuk mematahkannya.

Aku dipisahkan oleh jarak kurang lebih 5 bulan lamanya tanpa komunikasi, tanpa suara indahnya dihari-hari. Tanpa ucapan manis selamat pagi atau selamat tidur. Tanpa bisa aku dapatkan kabarnya bahwa ia baik-baik saja atau sebaliknya. Tanpa bisa mengalihkan pikiranku, membayangkan bagaimana cara ia agar selalu kuat. Bagaimana ia menyelimuti tubuhnya yang dilanda rindu pada keluarga serta teman-temannya.

Aku masih belum kuat menghancurkan rasa gelisah, apakah fisiknya mampu untuk menghadapi kerasnya pendidikan di balik megahnya gedung itu. Tanpa bisa aku bayangkan sungguh terbakarnya fisik siswa sekolah bintara saat siang hari harus terus berlari mengelilingi daerah Bumi Kandung Lido dan sekitarnya. Saat dingin malam menyelimuti, ia harus terus menguatkan mental serta fisiknya di balik gedung yang berdiri begitu gagah. Sekolah Polisi Negara Lido. Pagi dan malam aku melipatkan tangan dan mulai menyebut namanya pada doaku, dalam perbincanganku kepada Tuhan setiap hari.



Hari ini, tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012. Usia hubunganku sudah tepat 47 bulan bersamanya. Hubungan ini sudah dihiasi oleh kesalahan-kesalahan yang memberi pelajaran untuk kita saling introspeksi diri, agar kesalahan itu tidak terulang kembali. Dihiasi oleh rasa sakit yang begitu menghujam sampai jiwaku dan dirinya melemah. Sudah dibumbui kebahagiaan yang datang dari perbedaan kami. Dihiasi oleh perjuangan hingga aku dan dia masih dapat bertahan dibulan ke 47. Berjalan bersama dengan keyakinan yang berbeda, dan dengan cara yang berbeda dalam memanjatkan doa. Namun tetap menyadari bahwa Tuhan tetaplah SATU.

Kamu..
Kekasihku..
Yang namanya tak dapat aku hapuskan dalam simpulan rindu..
Dalam gambaran jiwa yang selalu merindu..
Terima kasih untuk kegigihanmu menjalani hubungan ini.
Terima kasih untuk ketegasanmu menjaga aku agar tetap menjadi kita..
Terima kasih untuk selalu ingin berjalan bersamaku di atas perbedaan yang tak bisa kita hindari..
Terima kasih untuk tetap memilihku sebagai tempat kedua kamu berbagi suka dan duka setelah keluarga..
Terima kasih untuk setiap tetesan air mata yang membasahi wajahmu saat kau meyakinkan aku, setiap kata sederhana yang keluar dari bibirmu agar aku tetap kuat mempertahankan hubungan ini, untuk setiap pelukan yang dihiasi ciuman agar rindu yang menumpuk akan segera terobati.
Terima kasih telah megajarkan aku menahan rindu yang menggebu..
Terima kasih untuk segala perjuangan yang kau ciptakan agar aku memahami setiap kasih demi kasih yang tercipta, untuk setiap kasih sayang yang kau limpahkan, dan setiap ketegaran hatimu yang luar biasa menghadapiku saat aku tak dapat menahan segala amarahku, kau melakukan semua itu untuk kita.
Terima kasih untuk selalu berusaha memberikan yang terbaik dari yang terbaik agar aku tetap percaya kamu memang layak diperjuangkan.
Terima kasih untuk selalu mempertahankan aku, disaat makhluk-makhluk ciptaanNYA selalu ingin menghancurkan kita.
Terima kasih untuk setiap doa dalam sujudmu yang diiringi tasbih dan ayat-ayat suci Al-Quran, untuk mendoakan kebahagiaan serta kesuksesanku..
Terima kasih untuk tidak berhenti mencintaiku walau “benteng” di depan kita begitu tinggi..
Terima kasih karna dirimu enggan mencoba untuk mencintai yang lain, selain aku..Walau aku mengetahui, bahwa “yang lain” pernah menjadi tempat singgahmu dalam waktu yang singkat.

Happy 47th months Anniversary my beloved EGR.

“God..  I want you to protect him all the time. I believe You will give him the strength to pass the “exam” of his life. I will be here patiently waiting for him. Jesus Christ, I would like to say Thank You very much for blessing our relationship every day, until we get to be together for 47 months.”




With love, MP

No comments:

Post a Comment

Sebelum Melangkah

Terik cahaya pada siang itu membangunkan tidurku yang tak lelap sedari malam pukul sebelas. Mataku dipaksa terbuka oleh keadaan yang rumi...